Jika ada warga yang tidak menuruti kemauannya, Ki Akmad tidak segan-segan untuk membakar rumah warga tersebut.
Warga akhirnya geram dengan ulah pembuat onar tersebut, masyarakat merasa bosan dan terganggu dengan tingkah laku Ki Akmad.
Pada suatu hari, masyarakat dan tokoh-tokoh terkemuka di Kampung Cimuncang bermaksud melakukan perlawanan.
Mereka sepakat untuk menghentikan aksi semena-mena yang sering dilakukan oleh Ki Akmad kepada warga.
Perlawanan tersebut dipimpin oleh Embah Kyai Hasan Mutoyib dan beberapa tokoh masyarakat lainnya.
BACA JUGA:Puluhan Warga Desa Karangbaru Kuningan, 'Ditumbalkan' ke Bank Emok
BACA JUGA:Pengangguran di Cirebon Cetak Uang Palsu untuk Beli Vape, Akhirnya Jadi Begini
Tokoh masyarakat lainnya Singa Yuda, Embah Kyai Sayuti, Wangsa Candra dan Karmu berencana untuk membuat gerakan.
Para tokoh masyarakat tersebut, kompak menentang segala perintah dan kemauan dari Ki Akmad tadi.
Hingga akhirnya terjadi perkelahian yang seru antara tokoh Masyarakat Kampung Cimuncang dan Ki Akmad.
Karena kalah jumlah, Ki Akmad akhinya kalah dan meninggal dunia di Sungai Citaal.
BACA JUGA:SMA Islam Al Azhar 5 Cirebon Borong Juara Felka
Mayat Ki Akmad tidak dikubur, melainkan ditenggelamkan ke Sungai Citaal dan digencat menggunakan batu besar.