Lokasi 'kuburan' Ki Akmad tersebut sampai sekarang terkenal dengan sebutan Leuwi Akmad.
Setelah aman dari gangguan Ki Akmad, tokoh-tokoh masyarakat kemudian berembug untuk mengubah nama Kampung Cimuncang.
Sekitar tahun 1864, Kampung Cimuncang dirubah nama menjadi Karangbaru, pemberian nama tersebut diambil dari kata 'Karang Anyar' yang artinya Babak Baru atau Karang yang Baru.
BACA JUGA:SMAK PENABUR Gelar Live In Hingga Character Camp
BACA JUGA:Cara Bikin KTP Digital dari HP, Mudah dan Simpel Banget, Anti Ribet!
Dengan kata lain, Karangbaru mengandung arti memulai kehidupan baru yang sekian lama berada dalam penguasaan Ki Akmad.
Profil Desa Karangbaru Kuningan, awalnya merupakan suatu dusun yang berada di bawah pemerintahan Desa Garajati.
Desa Garajati awalnya memiliki 5 dusun, salah satunya Dusun Karangbaru yang menjadi cikal bakal Desa Karangbaru.
Pada Tahun 1983, Desa Garajati secara administratif mengajukan pemekaran daerah kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan.
BACA JUGA:MENGGELITIK, Anggota Dewan Kuningan Diberi 'Jamu Kuat' , Terkait Pansus Gagal Bayar
Tepat tanggal 21 Oktober 1984, Desa Garajati dimekarkan menjadi dua desa, salah satunya menjadi Desa Karangbaru.*