KUNINGAN- Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Operasional Kabupaten Kuningan yang terletak di Jalan Sudirman dalam dua hari ini diserbu calon peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) dari kalangan umum. Sedikitnya, dalam dua hari ini suda 78 orang mendaftar di BPJS. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari sopir angkot, pedagang hingga petani. “Alhamdulillah responsnya sangat baik dari masyarakat umum, sehingga merasa senang,” ucap Kepala Operasional BPJS Kabupaten Kuningan Rudhy Suksmawan H kepada Radar, kemarin (3/1). Ia menyebutkan, pada hari pertama atau tanggal 2 Januari yang mendaftar ada 32 orang. Kemudian pada hari kedua naik 46 orang. Pihaknya yakin, setiap hari akan terus bertambah. Melihat antusias yang begitu besar, lanjut Rudhy, pihaknya menyediakan tenda berikut kursi. Hal ini agar warga yang mendaftar lebih leluasa ketika menunggu antrean. Dikatakannya, yang membuat bangga adalah seorang sopir angkot pun langsung merespons. Ternyata sopir angkot itu sadar bahwa kesehatan itu penting, maka mendaftar untuk menjadi peserta BPJS. Mengenai mekanisme pendaftaran bagi warga, lanjut dia, prosedurnya mudah. Tinggal datang ke Kantor BPJS kemudian membayar premi sesuai dengan kelas, yakni kelas III Rp25.000, kelas II Rp42.500, dan kelas I Rp59.500. Uang tersebut disetor ke rekening Bank Mandiri, BNI dan BRI. Terkait warga miskin (gakin) yang belum masuk nonkuota JKN, Rudhi mengaku, itu bukan urusan BPJS namun pemerintah daerah. Hingga saat ini pihaknya belum mengetahui mekanisme itu. Ia menandaskan, bahwa yang masuk kuota jamkesmas dengan sendirinya masuk menjadi perserta JKN. Mengenai kartu untuk berobat, sementara waktu menggunakan yang ada baik itu jamkesmas, Askes maupun Jamsostek, sambil menunggu kartu baru. “Pokoknya yang sudah terdaftar akan mendapatkan jaminan kesehatan di tujuh rumah sakit yang ada. Petugas kami pun akan membantu,” jelasnya. Rudhy mendaskan, iuran yang diterapkan dalam program ini tidak sama dengan tabungan. Jadi, premi yang masuk tidak bisa diambil seperti tabungan. Ini harus dipahami oleh warga Kuningan. Terpisah, Sekda Kuningan Drs H Yosep Setiawan MSi yang dimintai komentar terkait banyaknya gakin yang tidak masuk kuota JKN, mengatakan, akan mengusahakan untuk ditanggung oleh Pemkab Kuningan. Sebab, jika tidak ditanggung pemerintah akan memberatkan warga miskin tersebut. “Diusakahan untuk ditanggung oleh pemerintah. Sebab, kuota dari pusat hanya 504.261,” sebutnya. (mus)
Calon Peserta JKN Serbu BPJS Kuningan
Sabtu 04-01-2014,10:30 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 22-09-2026,14:14 WIB
Pembunuhan di Hotel Cirebon: S Cemburu Lihat Mantan Istri Video Call Pria Lain
Selasa 22-09-2026,19:59 WIB
Kasus Dosen Pinjam Uang Mahasiswa, Pelaku Minta Maaf, Bantah Terlibat Judol
Selasa 22-09-2026,19:32 WIB
Kronologi Perempuan Tewas di Hotel Cirebon: Mantan Suami Ditangkap Kurang dari 1x24 Jam
Selasa 22-09-2026,19:59 WIB
Dosen UIN Siber Cirebon Minta Maaf soal Dugaan Pinjam Uang ke Mahasiswa, Siap Terima Sanksi
Selasa 22-09-2026,16:00 WIB
Single Channel vs Dual Channel RAM: Pengertian dan Pengaruhnya pada Performa Komputer
Terkini
Rabu 23-09-2026,12:31 WIB
107 Pendaftar, KAI Daop 3 Cirebon Berhasil Kumpulkan 78 Kantong Darah
Rabu 23-09-2026,12:00 WIB
7 Jenis Tanaman Hias Berbunga yang Cocok di Rumah, Warnanya Cantik, Harum dan Bikin Suasana Ceria
Rabu 23-09-2026,11:55 WIB
Galodo Terjang Solok, Apa Arti, Pemicu dan Akibat yang Ditimbulkan?
Rabu 23-09-2026,11:30 WIB
20 Kasus Dibongkar, 40 Tersangka Diamankan: Curat Paling Dominan di Majalengka
Rabu 23-09-2026,11:02 WIB