Melawan Mitos, di Tangan Emak-Emak Daun Penangkal Santet jadi Kerupuk

Jumat 09-06-2023,16:30 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Asep Kurnia

"Tanpa bahan pengawet dan kimia," tegasnya.

Untuk saat ini, Sri memproduksi kerupuk daun kelor dengan kemasan 150 gram.

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Regional JBB Dukung Gelar Budaya Kalagumarang di Desa Pasir Tanjung Karawang

BACA JUGA:GAWAT! Ada Penembakan di Indramayu, Korbannya Pemilik Toko Kelontong

"Satu kantong dijual Rp20 ribu, ada dua pilihan rasa, pedas sama original," jelas Sri.

Meski tidak menggunakan bahan pengawet, Sri menjamin kerupuk daun kelor buatannya bisa tahan hingga 3 bulan.

"Asalkan kemasan tidak sobek, atau disimpan di tolples," ujarnya.

Saat ini, untuk pemasaran produknya, Sri masih mengandalkan media sosial atau mulut ke mulut.

BACA JUGA:Menteri NII KW9 Bongkar Sumber Kekayaan Panji Gumilang, 'Beliau Pakai Baby Benz, Saya Sepeda'

BACA JUGA:PESANTREN INGIN MAJU? Syekh Panji Gumilang Ajak yang Lain Bikin Koalisi, Simak Nih Kata-katanya

Dirinya belum berani untuk memasukan produk buatannya itu, ke supermarket atau minimarket.

"Produknya masih terbatas, jadi masih melayani pesanan dulu," sambungnya.

Dirinya kemudian memberikan nomor telepon dirinya, jika ada konsumen yang ingin mecicipi kerupuk daun kelor buatannya.

"Bisa menghubungi no saya di 0857-2358-8845," ungkapnya.

BACA JUGA:MENGHARUKAN, Begini Pesan Perpisahan Henhen Herdiana untuk Persib

Dari beberapa informasi yang diperoleh, saat ini hanya dirinya yang baru memproduksi kerupuk daun kelor di Kecamatan Beber.*

Kategori :