Melalui kegiatan tersebut para guru bisa melihat kesiapan anak. Sehingga dalam merencakana perencanaan kurikulum pengajaran bisa lebih terarah dan disesuaikan dengan kesiapan serta kemampuan anak.
"Perencanaan Kegiatan Harian untuk Kegiatan Belajar Mengajar oleh guru ke anak juga harus disesuaikan dengan usia, kesiapan anak dan kemampuan mereka, sehingga kuota guru dan murid tiap kelas juga kami berlakukan agar anak terpantau dengan baik sesuai kesiapannya," terangnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para orangtua bisa dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam mendidik serta mengasuh anak dalam keluarga juga menjembatani pendidikan yang diberikan di sekolah oleh guru dan di rumah.
BACA JUGA:Rinna Suryanti: Naharul Ijtima Momentum Bangkitnya PKB
Orangtua juga harus lebih memahami tujuan untuk menyekolahkan anak sedini mungkin adalah karena membutuhkan pendidikan karakter, nilai moral agama, sosialisasi emosional, merangsang motorik kasar dan halus, menstimulus kognitif anak dan lainnya sesuai porsi anak.
"Orangtua tak perlu khawatir anak tidak bisa calistung, pahami proses dan porsi anak," tukasnya.
BACA JUGA:DPRD : Eksekutif Belum Maksimal Tangani Sampah
Sementara itu, saat ini TK Baitul Makmur yang beralamat di Jalan Gunung Galunggung Permai 3 Griya Hijau Regency Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon membuka tiga layanan kelas yakni kelas reguler, half day, dan full day.
"Saat ini kami membuka kuota untuk 5 kelas dan sudah terisi 65 anak untuk tahun ajaran baru," pungkasnya. (apr/opl)