Tour De Javasche Bank Tarik Antusias Masyarakat

Rabu 26-07-2023,02:00 WIB
Reporter : Apridista S Ramdhani
Editor : Moh Junaedi

BACA JUGA:Jadi yang Terbaik, Bank Mandiri Sabet Gelar Best Bank in Indonesia 2023 Versi Euromoney

Gedung Bank Indonesia Cirebon dulunya merupakan Kantor Cabang ke-5 dari De Javasche Bank (DJB), yang dibuka pada 31 Juli 1866 dengan nama Agentschap van De Javasche Bank te Cheribon, baru beroperasi pada 6 Agustus 1866.

Gedung yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia-Belanda ini dibangun dengan bangunanan satu lantai untuk generasi pertama di tahun 1866.

Kemudian seiring dengan bertumbuhnya ekonomi yang pesat, bangunan generasi kedua dibuat pada tahun 1919 berupa bangunan 3 lantai.

Seiring dengan ekonomi yang tumbuh pesat, Pemerintah melalui UU No. 11 Tahun 1953 tentang Penetapan Undang-Undang Pokok Bank Indonesia akhirnya menasionalisasi Javasche Bank menjadi Bank Indonesia.

Hal ini dilakukan karena pemerintah sadar akan pentingnya keberadaan Bank Sentral bagi suatu negara. Dalam perjalanannya, Bank Indonesia juga memiliki perubahan yang berubah-ubah dari mulai tujuan hingga kedudukannya.  

BACA JUGA:Digugat Panji Gumilang, Ridwan Kamil Sebagai Gubernur Pro Pesantren Tak Gentar

Sambil berjalan masuk ke lorong pada bangunan Belanda tersebut, para peserta Tour De Javasche Bank juga mendapatkan informasi mengenai sepak terjang Bank Indonesia di Cirebon.

Saat itu, Cirebon sebagai Kota Pelabuhan yang ramai memiliki kemajuan ekonomi yang sangat pesat. Hal ini juga turut ditunjang dengan berdirinya pabrik gula di Cirebon, ketika zaman kolonial Belanda.

Cirebon memiliki 18 pabrik gula yang sebagian besar dimiliki oleh penguasaha asal Eropa dan sebgain China.

Pabrik Gula bisa berdiri di Cirebon karena pada saat itu tanah di Cirebon dinilai cocok untuk ditanami tebu. Cirebon sangat terkenal dengan tebu hitam yang diekspor melalui Pelabuhan Muara Jati.

"Di akhir tur, peserta berkesempatan utuk mengunjungi ruang Hasanah KPw BI Cirebon dan ditutup dengan materi Sosialisasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah," terangnya.

BACA JUGA:Geger Buaya Sepanjang Hampir 3 Meter di Pasindangan Cirebon Makan Kucing, Diamankan BKSDA

Usai mengunjungi Gedung BI Cirebon, perjalanan pun masih berlanjut menuju Rumah Major Tan Tjin Kie. Inilah salah satu Pengusaha asal China yang memiliki beberapa pabrik gula di daerah Jawa Timur yang turut memberikan kontribusi ekonomi cukup besar di Cirebon sejak Bank Indonesia masih bernama De Javasche Bank.

Selain memiliki beberapa pabrik gula, ia juga yang menditikan Rumah Sakit Gunung Jati dan Rumah Sakit Walid di tahun 1917.

"Ternyata belum banyak yang tahu juga akan sejarah ini dan lokasi keberadaan Rumah Major Tan Tjin Kie," jelasnya.

Kategori :