Petani Indramayu Pusing Tujuh Keliling, Hama Tikus Serang Tanaman Padi Siap Panen dan Bibit

Minggu 30-07-2023,06:30 WIB
Reporter : Kholil Ibrahim
Editor : Moh Junaedi

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM – Petani di Indramayu sedang menghadapi masalah besar, hama tikus sedang merajalela.

Tak hanya menyerang tanaman padi yang siap panen. Hama tikus juga melahap bibit-bibit padi yang lagi disemai.

Seperti yang terjadi di areal persawahan wilayah pantura Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. Dilaporkan beberapa petak persemaian padi mengalami kerusakan akibat digerogoti koloni tikus. Petani merugi, juga terancam gagal tanam.

Seperti dialami Yani, petani di Desa Sukra. Bibit padi berumur sekitar 10 hari di lahan semainya seluas 10x6 meter diterjang hama tikus. Hanya dalam waktu semalam.

BACA JUGA:Kemenag Akan Fokus Tangani Hak-hak Belajar Santri Ponpes Al Zaytun Indramayu

“Kemarin masih utuh, sekarang hampir separuhnya rusak,” ucapnya kepada Radar Indramayu, Jumat 28 Juli 2023.

Padahal, lahan semainya sudah diputari pagar pengaman berupa lembaran plastik setinggi setengah meter.

Ia pun menebar racun dan perangkap agar hama tikus tak bisa masuk. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil.

Dia pun kini berpikir untuk melakukan semai ulang. “Ya terpaksa semai ulang. Konsekuensinya musim tanam dan perkiraan panen mundur dari jadwal,” keluhnya.

BACA JUGA:Cek Kesiapan Stadion Piala Dunia U-17, Aspek Ini yang Akan Jadi Sorotan FIFA

Yani menduga, penyebab serangan hama tikus akibat masih banyaknya areal persawahan yang belum diolah.

Penyebabnya, lanjut Yani, minimnya pasokan air menyusul masih berlangsungnya perbaikan saluran irigasi dari wilayah Bugis sampai Ujunggebang.

Sehingga pembagian air irigasi terpaksa dijatah. Imbasnya, masa tanam musim gadu tahun ini tidak bisa serentak.

“Kalau sampai suplai airnya terus-terusan seperti sekarang ini, bisa jadi kami gagal tanam,” terangnya.

BACA JUGA:Polri Masih Mendalami Soal Kepemilikan Senjata Rakitan Yang Tewaskan Bribda IDF

Tokoh Petani Indramayu Barat, Nurya menyatakan, kondisi saat ini bisa disebut darurat hama tikus.

Terjangan tikus pada musim gadu tahun ini telah menjadi hal yang menakutkan bagi petani di hampir wilayah barat Bumi Wiralodra .

Selain sulit dikendalikan, populasi hewan pengerat juga tinggi. Terlihat dari hasil gropyokan ataupun pengemposan yang dilakukan oleh para petani.

Meski sudah banyak hama tikus yang berhasil dibasmi, tetapi diprediksi masih banyak lagi yang masih hidup.

BACA JUGA:Potong Tumpeng, Tutup Rangkaian HUT ke-57 Yon Arhanud Cirebon

Para petani pun masih terus dibuat waswas untuk bercocok tanam. Sebagian mereka bahkan siang malam rela berburu tikus.

“Petani sudah ampun-ampun kena hama tikus terus. Yang mau dipanen dan mulai pembibitan sudah diserang. Kalau nekad tanam jangan-jangan nanti serangannya malah lebih parah,” jelasnya. (kho)

Kategori :