JAKARTA - Warga negara Indonesia bakal memiliki paspor dengan desain baru. Bertepatan dengan hari jadi yang ke-64, Ditjen Imigrasi memperkenalkan bentuk baru dari buku berwarna hijau tersebut kemarin. Yang paling mencolok dari paspor baru itu adalah halaman identitas. Kalau sebelumnya di halaman identitas yang berisikan foto dan keterangan pemilik paspor itu terbuat dari kertas, kini tidak lagi. Dirjen Imigrasi menggunakan bahan polycarbonate yang lebih tebal dan kaku dari kertas. Nah, semua keterangan langsung dicetak ke dalam material berbahan plastik itu. Jadi, tidak ada lagi proses laminasi untuk melindungi foto dan data pemilik paspor. Pengamanan dalam halaman identitas itu memang mendapat porsi perubahan paling banyak. Menjadi penting karena lembar itulah yang selama ini kerap dipalsukan. Modusnya, menggosok foto dan mengganti dengan wajah lain. \"Lebih aman. Tidak bisa digosok-gosok lagi untuk mengganti identitas,\" ujar MenkumHAM Amir Syamsudin di kantor Ditjen Imigrasi Jalan HR Rasuna Said. Pembeda lain dengan halaman identitas di paspor lama adalah keberadaan foto. Seperti diketahui, hanya ada satu foto yang tercantum di halaman tersebut. Untuk kepentingan keamanan, foto dalam paspor kini dibuat menjadi tiga jenis. Di sisi kanan, ada foto dengan teknik tiga dimensi (3D) yang diletakkan di bawah nomor paspor. Lantas, di ujung kiri ada foto besar dengan teknik cetak biasa. Yang ketiga, diletakkan di tengah. Sepintas, foto ketiga itu tidak terlihat. Tapi, kalau paspor diterawang, akan terlihat foto lagi. Mirip dengan tanda air gambar pahlawan yang berada di uang kertas. Sedangkan pada sampul paspor, ada tanda fluorescent berwarna merah dengan tulisan Republik Indonesia. \"Untuk halaman lainnya, bertemakan flora, fauna, dan sesuatu yang menjadi ciri khas Indonesia,\" imbuh menteri Amir. Memang, tema mosaik Indonesia mewarnai lembar halaman paspor. Mulai dari keindahan alam Bali, candi Borobudur, badak bercula satu, ondel-ondel, hingga karapan sapi. Lantas, kapan bentuk baru untuk semua jenis paspor itu akan digunakan? Amir menyebut paling cepat akhir tahun ini dan selambatnya awal 2015. Jeda waktu yang panjang dari peluncuran bentuk baru itu bukan karena tidak siapnya Ditjen Imigrasi. Tetapi, untuk menghabiskan stok buku lama. \"Akan kita habiskan dulu stok yang lama supaya tidak mubazir,\" katanya. Dia berharap dengan bentuk baru itu tidak ada lagi praktik pembuatan paspor palsu. Terutama, yang erat kaitannya dengan paspor untuk tenaga kerja di luar negeri. Selama ini, dia menyebut masih banyak yang menggunakan paspor palsu untuk jalan pintas. Sementara, Kabag Humas & tata usaha Ditjen Imigrasi, Heriyanto mengatakan belum ada keterangan pasti apakah perubahan desain juga berdampak pada harga pembuatan. Kalau tidak ada perubahan, berarti masih menggunakan harga yang sekarang berlaku. \"Tunggu ada penetapan baru kalau soal harga,\" tuturnya. (dim)
Bahan Baru, Tidak Mudah Dipalsu
Senin 27-01-2014,11:35 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,02:01 WIB
Ratusan Tukang Becak dan Sopir Angkot Cirebon Dapat Kompensasi Rp1,4 Juta Jelang Mudik Lebaran
Minggu 15-03-2026,05:01 WIB
Catat! Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan 18 Maret
Minggu 15-03-2026,06:01 WIB
Dialog Warga Desa Belawa: Pamsimas, Mobil Siaga, hingga Transparansi Titisara Jadi Sorotan
Minggu 15-03-2026,04:04 WIB
Pembatasan Truk Saat Mudik Lebaran 2026 Berlaku, Pelanggar Terancam Tilang
Minggu 15-03-2026,03:30 WIB
Tiket Kereta Lebaran dari Daop 3 Cirebon Laris Manis, 52 Ribu Kursi Sudah Terjual
Terkini
Senin 16-03-2026,00:20 WIB
8 Golongan Penerima Zakat Fitrah Jelang Lebaran 2026, Siapa Saja yang Berhak?
Senin 16-03-2026,00:09 WIB
Klasemen Persib Terbaru Usai Ditahan Imbang Borneo FC 1-1
Minggu 15-03-2026,22:15 WIB
Bangkit di Bulan Ramadan, Lentera Cirebon Raya Kembali Hadir dengan Beragam Program Sosial
Minggu 15-03-2026,21:00 WIB
Surga Tersembunyi, Ini Dia 8 Tempat Wisata Libur Lebaran di Majalengka Sejuk dan Instagramable
Minggu 15-03-2026,20:00 WIB