SUMBER – Manuver PAC Partai Hanura yang mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan ketua DPC H Rakhmat SE, berujung pemecatan. “PAC yang melawan DPC sekarang sudah dipecat oleh DPP. SK-nya sudah ada di DPC, ada sebelas PAC yang dipecat, sedangkan untuk pengurus DPC ada satu yang mendapat surat peringatan (SP),” ujar Sekretaris DPC Partai Hanura Kabupaten Cirebon, Wartipan Suwanda saat dihubungi Radar melalui sambungan telepon selularnya, Senin (10/2). Menurut dia, pemecatan tersebut dilakukan karena para PAC saat dipanggil oleh DPC untuk memberikan penjelasan dan sekadar klarifikasi persoalan yang selama ini dibawa justru tidak hadir. “Yang ikut ke Bandung dan menandatangani mosi tidak percaya semuanya dipecat, intruksi pemecatan itu atas intruksi DPD dan DPP. Sebetulnya para PAC sudah diberi kesempatan setelah rapat pleno oleh DPC, tapi lagi-lagi tidak ada yang datang,” ucapnya. Proses pemecatan tersebut bukan tanpa alasan tentunya, tapi karena dari para PAC melakukan perlawanan terhadap institusi internal partai. Sementara itu, anggota DPRD Fraksi Partai Hanura Supirman SH mengatakan untuk melakukan proses pemecatan tersebut harus melalui mekanisme yang telah ditungkan di dalam AD/ART termasuk mosi tidak percaya. “Ini harus dibedah secara keseluruhan, saya rasa apa yang ada di benak para PAC ini berjuang untuk kepentingan partai dan membesarkan partai. Artinya jangan berpikir bahwa partai ini milik perorangan tapi milik bersama,” terangnya. Untuk menyelesaikan persoalan ini, seharusnya diselesaikan dengan cara duduk bersama baik itu DPC, DPD, dan DPP. “Harus ada yang mewakili, jangan sampai keputusan itu diambil karena berpihak kepada satu orang dengan alasan yang tidak jelas,” tukasnya. Dikatakan, ketika para PAC mempertanyakan laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuangan partai. Sehingga wajar ketika para PAC menanyakan keuangan yang selama ini mengalir dari fraksi dan pemerintah daerah. “Ini harus disikapi dengan baik dan bijaksana, bukan kemudian ada kadernya mengeluarkan mosi tidak percaya justru diganti, DPD dan DPP harusnya ikut turun menyelesaikan ini, bukan menyerahkan sepenuhnya kepada DPC, agar ada netralitas di sana,” tuturnya. Tong Eng panggilan akrab Supirman mengingatkan bahwa PAC yang dibentuk di tingkat kecamatan itu merupakan bentukan ketua DPC H Rakhmat sendiri. “Kita sadari, mungkin ketua DPC ini kan baru saja menyelesaikan momen pilkada yang meskipun pada akhirnya tidak berhasil, bukan kemudian berimbas kepada PAC,” imbuhnya. Meski dirinya tidak masuk dalam stuktur kepengurusan partai, Tong Eng menilai bahwa kepengurusan DPC terlihat mundur. “Kalau benar sama sekali tidak pernah mengadakan rapat koordinasi,” pungkasnya. (sam)
DPC Hanura Pecat 11 PAC
Selasa 11-02-2014,09:08 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,18:30 WIB
Catat! Jadwal One Way dan Contraflow Tol Saat Mudik Lebaran 2026 Lengkap dengan Lokasinya
Minggu 15-03-2026,13:43 WIB
DPPKBP3A Berhasil Akses Dokumen Sinta, Korban 'Pengantin Pesanan' dari Cirebon
Minggu 15-03-2026,20:00 WIB
4 Aplikasi Pantau Kemacetan Mudik Lebaran 2026, Cek Kondisi Jalan Langsung dari HP
Senin 16-03-2026,00:20 WIB
8 Golongan Penerima Zakat Fitrah Jelang Lebaran 2026, Siapa Saja yang Berhak?
Minggu 15-03-2026,13:50 WIB
Arus Mudik di Tol Cipali, Lalu Lintas Ramai Lancar
Terkini
Senin 16-03-2026,11:08 WIB
Walikota Cirebon Disomasi, Bidang Hukum Partai Golkar Bantah Ada Perjanjian Biaya Jasa Advokat
Senin 16-03-2026,11:03 WIB
Ramadan jadi Moment Silaturahmi, Santunan, dan Bukber bagi Alumni Unsoed
Senin 16-03-2026,10:38 WIB
SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon Gelar Iktikaf Sambut Malam Lailatul Qadar
Senin 16-03-2026,10:20 WIB
Update Lalu Lintas Tol Cipali Senin 16 Maret 2026: Arah Cirebon Ramai Lancar, Volume Kendaraan Menurun
Senin 16-03-2026,10:01 WIB