Jadi Bidan, Hikmah Patuhi Ortu

Kamis 13-02-2014,09:55 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan

Bercita-cita ingin menjadi seorang biduan, tapi malah menjadi seorang bidan. Itulah yang dialami Hj Ida Rosdiana SST. Wanita yang kerap dipanggil Bidan Ida kini bertugas di Puskesmas Poned Jatiwangi. Meskipun cita-citanya menjadi seorang pekerja seni tidak terwujud, tapi istri dari Drs H Uus Darusman, Kepala SMPN 1 Jatiwangi ini sangat bersyukur, karena dengan menjadi seorang bidan banyak membantu masyarakat yang membutuhkan terutama para wanita yang tengah hamil dan melahirkan. “Jadi banyak saudara karena sering kunjungan ke pasien-pasien sehingga bisa banyak silaturahmi. Bagi saya bisa membantu menolong persalinan ibu dan bayinya selamat suatu kebanggaan yang tak ternilai harganya,” tutur ibu yang telah dikaruniai 4 anak ini seraya menambahkan rasa capai maupun sakit tidak dirasa yang penting pasien harus selamat. Ibu yang selalu bersikap ramah yang tinggal di Desa Burujul Wetan Kecamatan Jatiwangi ini bercerita tentang hobinya ketika masih sekolah senang dengan seni. Bahkan ketika SMP aktif di seni degung, tari dan nyanyi. Ia pun bercita-cita melanjutkan sekolah ke karawitan (SMKI), tapi tidak diizinkan oleh orang tua dan harus ke sekolah keperawatan. “Alhamdulilah di samping financial, hikmahnya mungkin kita akan belajar sabar karena menghadapi pasien itu harus sabar. Walaupun terkadang waktu banyak tersita untuk keluarga terutama anak-anak. Tapi bersyukur pengertian dari suami tidak menjadi masalah,” pungkas wanita kelahiran tahun th 1992 yang tengah menyelesaikan kuliah S2 di Universitas Telkom ini.(ara)

Tags :
Kategori :

Terkait