JAKARTA - Ketua Komisi II DPR, Agun Gunanjar mengungkapkan hasil kunjungan kerjanya ke Sulawesi Selatan menemukan masih ada 47 ribuan Daftar Pemilih Tetap (DPT) belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Namun setelah diproses Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat, sebagian sudah bisa diatasi. \"Di Sulsel, yang saya pimpin langsung didapatkan 47.000 DPT yang belum ada NIK nya, dan sedang dikerjakan terus bersama Dukcapil. Hasilnya 11.000 sudah ada NIK, sisanya masih dalam pengerjaan,\" kata Agun dihubungi, Jumat (14/2). Menurutnya, ada kesulitan yang didapatkan saat dirinya melakukan kuknjungan kerja. Sebab, banyak pemilih di lapas/rutan yang alamatnya tidak jelas dan tidak punya NIK. \"Kemudian masih banyak atribut kampanye utamanya caleg yang melanggar aturan PKKPU 15. Adanya kesulitan Bawaslu dalam menertibkan, masih banyaknya Pemda yang kurang responsif dalam mengatasi kesulitan Bawaslu dalam menertibkan alat peraga caleg,\" jelas politikus Partai Golkar itu. Nah, yang lumrah ditemukan saat Kunker anggota Komisi II lainnya ke berbagai daerah adalah kurangnya sosialisasi penyelenggara Pemilu kepada masyarakat. Sehingga, masih banyak warga yang belum faham apakah dalam Pemilu nanti mereka mencoblos atau menandai. Karena itu, Komisi II mmendesak kepada Pemda Provinsi dan Kabupaten/kota lebih aktif memberi dukungan, baik kepada Polri dan TNI dalam membantu pengamanan dan distribusi logistik melihat kondisi geografisnya yang sulit. \"Kepada KPU segera ambil langkah untuk lokasi dan jadwal kampanye terbuka bagi peserta parpol. sosialisasi harus lebih diefektifkan. Bawaslu juga kita minta segera mengambil langkah tegas dan menyiapkan dengan baik mitra PPL untuk mencegah hadirnya preman preman politik di sekitar TPS,\" tegasnya. Agun juga meminta terkait sosialisasi, para pihak jangan hanya bisa menyalahkan KPU. Dia mengajak semua pihak sesuai peran masing-masing bersama-sama mewujudkan partisipasi pemilih cerdas untuk pemilu berkualitas. \"Coba interospeksi oleh kita semua sesama anak bangsa, apa yang sudah kita lakukan, kedaulatan di tangan rakyat, rakyat bebas memilih. Jangan sampai kesempatan 5 tahunan untuk perbaikan negeri ini disia-siakan,\" tandasnya mengingatkan. (fat/jpnn)
47 Ribu Pemilih Belum Punya NIK
Sabtu 15-02-2014,10:31 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,02:01 WIB
Ratusan Tukang Becak dan Sopir Angkot Cirebon Dapat Kompensasi Rp1,4 Juta Jelang Mudik Lebaran
Minggu 15-03-2026,05:01 WIB
Catat! Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan 18 Maret
Minggu 15-03-2026,06:01 WIB
Dialog Warga Desa Belawa: Pamsimas, Mobil Siaga, hingga Transparansi Titisara Jadi Sorotan
Minggu 15-03-2026,04:04 WIB
Pembatasan Truk Saat Mudik Lebaran 2026 Berlaku, Pelanggar Terancam Tilang
Minggu 15-03-2026,03:30 WIB
Tiket Kereta Lebaran dari Daop 3 Cirebon Laris Manis, 52 Ribu Kursi Sudah Terjual
Terkini
Senin 16-03-2026,00:20 WIB
8 Golongan Penerima Zakat Fitrah Jelang Lebaran 2026, Siapa Saja yang Berhak?
Senin 16-03-2026,00:09 WIB
Klasemen Persib Terbaru Usai Ditahan Imbang Borneo FC 1-1
Minggu 15-03-2026,22:15 WIB
Bangkit di Bulan Ramadan, Lentera Cirebon Raya Kembali Hadir dengan Beragam Program Sosial
Minggu 15-03-2026,21:00 WIB
Surga Tersembunyi, Ini Dia 8 Tempat Wisata Libur Lebaran di Majalengka Sejuk dan Instagramable
Minggu 15-03-2026,20:00 WIB