KEDIRI - Seperti diberitakan Harian Umum Radar Cirebon, Humas Pemerintahan Kabupaten Kediri, Edhi Purwanto melalui telepon mengatakan belum mengetahui berapa kerugian akibat bencana lahar dingin. \"Kami akan menurunkan tim untuk mendata kerugian petani ini,\" katanya. Sebab, tidak hanya petani padi di dua kecamatan yang terkena dampak lahar dingin. Kamis (20/2) Informasi yang dihimpun Radarcirebon.com, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, sejak hujan deras pada Selasa (18/2) pukul 15.00 Wib di sekitar G. Kelud teleh menyebabkan banjir lahar dingin di sungai-sungai di daerah Kab Kediri dan Kab. Malang. Pada pukul 16.30 Wib banjir lahar dingin di Sungai Konto di Kec Kandangan dan Sungai Serinjing di Kec Puncu, Kepung, dan Pare Kab Malang. Lahar dingin membawa material pasir, batu, dan kayu. 5 rumah dan 1 mushola terendam banjir lahar dingin. Tidak ada korban dari banjir lahar. Di Kab Malang, banjir lahar dingin terjadi di Sungai Sono dan Sungai Sambong. Akibatnya 1 jembatan kecil putus yang menghubungkan antara Dusun Pait, Kutut, Klangon, Munjung, Sedawon dengan Desa Pandansari. 2 rumah hanyut. Belum ada laporan korban jiwa. Pasca erupsi G. Kelud diperkirakan ada 50 juta meter kubik material lahar yang berada di sekitar G. Kelud. Saat ini kondisi material lahar dingin telah jenuh air karena sudah 3 hari terakhir terkena hujan sehingga mudah menjadi banjir lahar dingin. Tentu saja 50 juta meter kubik tersebut tidak akan terjadi sekaligus. Tergantung dari hujan yang ada. Banjir lahar dingin memiliki sifat merusak. Banjir lahar juga memicu tingginya erosi di bantaran sungai yang dilalui banjir lahar. Tidak aneh seringkali pondasi jembatan pun roboh. Pada kemiringan lereng curam, mengalirnya banjir lahar ke arah dataran kaki gunung berlangsung sangat cepat. Daya kikis atau daya tumbuk arus banjir lahar terhadap tepi sungai akan semakin kuat. Di sekitar G. Kelud telah dibangun sabo sabo dam yang mampu menampung 14,5 juta meter kubik. Sungai-sungai yang ada menampung 14 juta meter kubik, sehingga dam sabo dan sungai mampu menampung 28 juta meter kubik. Masyarakat dihimbau selalu waspada. Jauhi bantaran sungai saat banjir lahar dingin. (wb)
Pasca Erupsi, Ada 50 Juta Meter Kubik di Gunung Kelud
Kamis 20-02-2014,13:03 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 17-03-2026,09:28 WIB
Catat! Jadwal One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Cek Skema dan Rutenya
Selasa 17-03-2026,15:16 WIB
ASTAGA, Wanita Korban Pembunuhan di Cirebon sedang Hamil 8 Bulan
Selasa 17-03-2026,11:56 WIB
Kasus Vina Cirebon: Mantan Mertua Asal China Temui KDM Sampaikan Hal Ini
Selasa 17-03-2026,13:26 WIB
Mutasi ASN Pemkab Cirebon: 115 Pejabat Resmi Dilantik, Ini Rinciannya
Selasa 17-03-2026,11:30 WIB
Daftar Rest Area Terbaik di Tol Trans Jawa, Fasilitas Lengkap dari SPBU hingga Mini Zoo
Terkini
Rabu 18-03-2026,06:01 WIB
19 Lokasi Sholat Idulfitri 2026 Muhammadiyah di Cirebon, Cek Titik Terdekat Anda
Rabu 18-03-2026,05:02 WIB
Siap-siap! One Way Nasional Arus Mudik Dimulai Pukul 12.00 WIB
Rabu 18-03-2026,04:31 WIB
MBG Libur Lebaran, Distribusi Bantuan Makanan Kembali 31 Maret 2026
Rabu 18-03-2026,04:03 WIB
Kumpul Usai Lebaran, PSSI Siapkan Skema Skema Khusus Bagi Pemain yang Datang dari Eropa
Rabu 18-03-2026,03:33 WIB