Di samping itu, bintang lainnya seperti Selim Amallah, Sofiane Boufal, dan Romain Saiss juga memberikan kontribusi bagi tim dengan pengalaman mereka di liga-liga top Eropa.
BACA JUGA:Kebakaran di Cirebon Hari Ini, Rumah Warga Taman Kalijaga Permai Dilalap Api
Penggabungan antara pemain diaspora berkualitas, pengembangan pemain muda lewat AMF, serta perbaikan pada struktur liga domestik telah membangun dasar yang kokoh untuk kebangkitan Maroko.
Mereka tampil tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai lawan tangguh yang mampu memberi inspirasi kepada negara-negara Afrika lainnya.
Keberhasilan Maroko ini menjadi bukti bahwa pengembangan usia dini, dukungan dari pihak pemerintah, dan penggunaan talenta diaspora secara efektif dapat mengantarkan sebuah negara ke tingkat tertinggi dalam sepak bola dunia. (*)