"Karena potongan 20 persen ini cukup berat. Di perjanjian kemitraan itu hanya tercantum 20 persen, tetapi kenyataan di lapangan bisa melebihi dari 20 persen. Bahkan bisa 50 persen," ungkapnya.
Di lokasi yang sama, luapan kekecewaan para driver ojol tersebut, ditujukan kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Menurut mereka, mantan Bupati Purwakarta yang terkenal dengan sebutan Kang Dedi Mulyadi ini, hanya sangar di wilayah lain.
"Kang Dedi dengerin, saya tantang jangan dulu sangar di daerah lain, coba yang dekat dulu di Cirebon," tambah Tryas.
BACA JUGA:Demo Ojol Cirebon Mengecewakan, Simak Nih Kata-kata Tryas Mohammad
Demo yang berlangsung di Jalan Siliwangi itu, meminta agar Kang Dedi Mulyadi bersedia datang ke Kota Cirebon dan menemui para Ojol.
"Datang ke Cirebon Kang Dedi Mulyadi temuin kami," pintanya.
Tryas bersama rekan ojol yang lain, berharap ada campur tangan Dedi Mulyadi dalam menyelsaikan permasalahan tersebut.
Karena menurutnya, lewat Dedi Mulyadi kesejahteraan ojol di Jawa Barat bisa diperjuangkan.
"Kami tunggu produk Kang Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat yang bisa mensejahterakan driver ojol. Harapan kami semoga bisa menjadi Bapak Ojol di Jawa Barat. Bisa memperjuangkan kami," tegasnya.
Selain itu, ojol meminta pemerintah terlibat dalam segala keputusan yang dikeluarkan pihak aplikator.
Mereka meminta, pemerintah provinsi maupun daerah melakukan screening atau penyaringan terhadap keputusan yang dikeluarkan aplikator sebagai penyedia layanan.
Karena menurut mereka, keputusan tersebut jangan sampai memberatkan pihak drvier ojol selaku mitra dari aplikator.
"Kami menginginkan, setiap kebijakan-kebijakan yang keluar dari pihak aplikator, harus ter-filter dulu oleh Pemerintah Jawa Barat yang diturunkan ke pemerintah daerah," ungkap Tryas.
Dengan adanya campur tangan pemerintah, sebutnya, kebijakan atau program yang diluncurkan, tidak lagi merugikan salah satu pihak.
"Jangan sekonyong-koyong aplikator membuat kebijakan, tanpa ada musyawarah dengan pejabat daerah terkait dan juga dengan kami pelaku usaha (Ojol)," jelasnya.