HATI-HATI! Jalan Longsor di Desa Belawa Hanya Dipasangi Crukcuk

Selasa 22-04-2025,14:22 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Asep Kurnia

Namun saat terjadi longsor, jelas Kuwu Belawa, hujan turun tidak terlalu deras alias rintik-rintik.

BACA JUGA:Billy Mambrasar: Saya memang Loyalis Prabowo dan Akan Kerja Keras untuk Kesejahteraan Masyarakat Indonesia

BACA JUGA:Hemat Rp5,16 Triliun Hasil Efisiensi Anggaran di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jelaskan untuk Apa Saja

"Tadi malam hujan cuma rintik-rintik, namun belakangan ini hujan turun dengan intensitas tinggi," jelasnya.

Dikatakan lebih lanjut, di sepanjang jalur penghubung tersebut merupakan kawasan rawan longsor.

Deni menambahkan, tanah longsor tidak hanya terjadi di lokasi tersebut, namun di beberapa titik lain juga mengalami hal serupa.

"Tidak hanya di sini yang terjadi longsor, beberapa titik lain juga terkena longsor sehingga banyak perkebunan milik masyarakat tertutup (material longsor)," paparnya.

BACA JUGA:Tanah Longsor di Kuningan, Penghuni 2 Rumah di Desa Manggari Mengungsi

BACA JUGA:Bupati Kuningan Bagikan 25 Sepeda Motor untuk Desa Berprestasi

Untuk saat ini, kondisi jalan tersebut masih bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun empat.

Namun begitu, Deni menyarankan kendaraan besar agar tidak melintasi jalur tersebut.

"Masih bisa untuk digunakan, tapi tidak disarankan untuk kendaraan-kendaraan besar.

Sebagai tambahan iinfromasi, jalan yang mengalami longsor kurang lebih 25 meter dengan kedalaman longsor di atas 3 meter.

BACA JUGA:Warga Geruduk Balai Desa, Tuntut Kuwu Jungjang Wetan Mundur

Sebelumnya, jalan yang menghubungkan Desa Cipeujeuh Kulon dengan Belawa, Kecamatan Lemahabang, mengalami longsor Sabtu 19 April 2025 sekira pukul 04.00 WIB. 

Kemudian, longsor atau pergeseran tanah susulan kembali terjadi pada Senin 21 April 2025. Jika tidak segera ditangani, tentu akan membahayakan para pengendara yang melintasi jalan tersebut.

Kategori :