"Kegiatan pun hanya fokus pada bimbingan teknis (bimtek) yang sifatnya eksklusif. Bahkan, kebijakan yang diambil sering terkesan over confidence," jelasnya.
BACA JUGA:Jalan Baru Kuningan Miliki Nama Baru, Diambil dari Ulama Besar asal Lengkong
BACA JUGA:KAI Daop 3 Cirebon Napak Tilas Kenang Pembangunan Jalur Cirebon-Semarang
Pernyataan senada, disampaikan Irfan Fauzi, Kepala Desa Lengkong, yang turut menyatakan pengunduran diri dari kepengurusan.
Ia menegaskan, bahwa keputusan ini diambil secara baik-baik dan tanpa konflik, sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi internal organisasi.
"Kami masuk dengan baik-baik, dan keluar pun dengan cara yang sama," kata Irfan Fauzi.
Irfan berharap, organisasi para kuwu dan perangkat desa yang ada di wilayah Kabupaten Kuningan ini, bisa kembali memiliki taji dan manfaat.
BACA JUGA:Peringati Hardiknas, Walikota Cirebon Effendi Edo: Pendidikan Dituntut Inovatif
"Harapan kami, ke depan Apdesi Kuningan bisa kembali menjadi wadah perjuangan yang benar-benar mewakili suara kepala desa dan perangkat desa," tegasnya.
Langkah kolektif para pengurus ini menjadi sinyal kuat adanya dinamika internal, yang perlu segera direspons jajaran Apdesi Kuningan.
Mereka berharap organisasi dapat kembali kepada marwah perjuangannya, bukan sekadar menjadi pelaksana kegiatan tanpa arah yang jelas.
Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPC Apdesi Kuningan terkait pengunduran diri sejumlah pengurus tersebut. (*)