Ditambahkannya, kurikulum yang disusun juga akan melengkapi sistem yang telah berjalan di Akademi Persib.
"Sekaligus menjadi acuan dalam pengembangan sepakbola usia dini di Kota Bandung," pungkas Adhit.
Penunjukkan Djanur sebagai Direktur Teknik, akan langsung menjalankan tugas dengan fokus utama pada pembinaan pemain muda, sebagai bagian dari penguatan fondasi masa depan klub.
Pria yang lahir di Majalengka pada 30 Maret 1964 itu, pernah memperkuat Persib sebagai pemain dalam dua periode. Terjadi pada tahun 1977–1978 dan 1986–1992.
BACA JUGA:Jalan Baru Kuningan Miliki Nama Baru, Diambil dari Ulama Besar asal Lengkong
Setelah pensiun sebagai pemain, kiprahnya bersama Persib berlanjut dengan menjalankan berbagai peran.
Mulai dari asisten pelatih (1993–1995 dan 2007), pelatih sementara (2006 dan 2007), hingga pelatih kepala pada 2013–2015 serta 2016–2017.
Persib Bandung sendiri, saat ini merupakan salah satu tim dengan usia rat-rata paling tua diantara peserta Liga 1.
Untuk musim 2024/2025, usia rata-rata skuad Persib Bandung, berada di angka 28,8 tahun dengan jumlah pemain 32 orang.
BACA JUGA:Informasi Mudah dan Cepat, Berikut 5 Dampak Positif TikTok
Untuk pemain paling tua, dipegang oleh Victor Igbonefo dengan usia 39 tahun. Disusul Achmad Jufriyanto 38 tahun.
Sementara untuk pemain paling muda di tubuh Persib Bandung, dipegang oleh Fitrah Maulana 18 tahun yang berposisi sebagai kiper keempat.
Dan untuk pemain paling muda lainnya, dipegang oleh Zulkifli Lukmansyah yang berposisi sebagai bek kanan dengan usia 18 tahun.
Dengan usia rata-rata pemain Persib yang tergolong tua, menjadi tugas Djanur untuk mencari calon pemain muda sebagai bagian dari regenerasi pemain.