Pembongkaran dilakukan, karena taman bermain yang dikelola anak perusahaan BUMD Jaswita Jawa Barat itu, dinilai menyalahi aturan izin kelola lahan dan berpotensi meningkatkan risiko banjir.
Gubernur yang biasa disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengungkapkan, bahwa pengelola hanya mengantongi izin mengelola lahan seluas 4.800 meter persegi, namun faktanya area rekreasi diperluas hingga 15.000 meter persegi.
Dedi menyoroti bahwa salah satu penyebab utama banjir di kawasan Puncak adalah pengelolaan lahan yang tidak sesuai aturan.
Ia menegaskan akan mencabut Peraturan Daerah Jawa Barat Tahun 2022 yang dinilainya telah memicu alih fungsi lahan dan pembangunan tak terkendali.
"Kami akan mengembalikan alam Jawa Barat ke kondisi semula, sesuai dengan penataan ruang yang aman bagi warga, termasuk warga DKI Jakarta. Karena itu, saya akan berkoordinasi dengan Gubernur DKI agar pembangunan vila dan bangunan lain di Puncak dihentikan," kata Dedi.
Kejadian yang terjadi di Puncak Bogor, kini mulai dirasakan oleh warga yang ada di lereng Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.
Banyaknya bangunan yang kini berdiri di kaki Gunung Ciremai, menjadikan kawasan tersebut rawan longsor dan banjir.
BACA JUGA:Dedi Mulyadi Sebut Investasi di Kawasan Rebana Masih Kecil, Berikut Peluang dan Tantangannya
Seperti diungkapkan Kepala Desa Pajambon, Nani Ariningsih. Ia menilai sejak kawasan tersebut dibangun menjadi tempat wisata, risiko longsor semakin meningkat.
"Dulu daerah itu adalah kawasan hutan. Banyak pohon yang menyerap air, jadi meski hujan deras, air bisa tertahan," ucap Nani dikutip dari laman KuninganReligi.
Namun sejak adanya bangunan yang difungsikan untuk tempat wisata, kawasan tersebut kini menjadi rawan longsor dan banjir bandang.
"Sekarang setelah ada pembangunan, resapan hilang, air langsung mengalir deras dan memicu longsor," jelas Nani.
Ia menambahkan, lokasi longsor bahkan sangat dekat dengan penampungan air milik salah satu tempat wisata yang berdiri di kawasan tersebut.
"Sebelum ada pembangunan di atas lembah, kejadian longsor tidak pernah terjadi. Kalaupun ada, hanya di saluran irigasi warga, bukan sebesar sekarang," tambahnya.
Seperti diketahui, terjadi longsor di Tebing Utara yang berdekatan dengan salah satu objek wisata di Desa Palutungan, Kecamatan Cigugur.
BACA JUGA:Prihatin Atas Kondisi Infrastruktur di Kota Cirebon, Driver GrabCar Tambal Jalan Cipto