Total jumlah bibit pohon yang akan ditanam tahun ini, sebanyak 950 batang, dimana penanaman 3 jenis pohon dilakukan secara menyebar.
BACA JUGA:Sambut Hari Bhayangkara, Polresta Cirebon Tebar 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis
BACA JUGA:Kuasa Hukum Salah Satu Tersangka Gunung Kuda Blak-blakan, Periksa Seluruh Pemangku Kebijakan
"Anggaran untuk program ketahanan pangan, biaya produksi dari BUMDes, nanti dikelolanya oleh kelompok, pohon sukun dipilih karena untuk berubah hanya membutuhkan waktu 2,5 tahun, jika sudah berubah itu terus menerus tidak kenal musim,” ungkap Sutarjo.
Potensi buah sukun ini, lanjut Sutarjo menjadi alasan kuat untuk memperbanyak pohon sukun.
Selain itu, buah sukun juga dapat diolah menjadi berbagai makanan olahan seperti keripik, kecimpring, stik, dan tepung.
"Sukun juga sebagai sumber karbohidrat pengganti makanan pokok sehingga sangat cocok apabila pohon sukun dibudidayakan sebagai program ketahanan pangan,” tuturnya.
BACA JUGA:Terima Peserta KKDN UNHAN, Sekda Kota Cirebon: Sambut Dengan Tangan Terbuka
Kemudian, lanjut Sutarjo, Pemdes Kongsijaya juga memiliki program ketahanan pangan lainnya seperti penanaman perkebunan hortikultura.
Disebutkan Sutarjo, tanaman berupa cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, sawi, kacang panjang, kangkung, dan lainnya, sudah banyak ditanam di desanya.
Selain itu, akan mengembangkan perikanan dengan potensi alam yang ada di wilayah Desa Kongsijaya.
Sutarjo berharap, program ketahanan pangan nasional yang sedang dijalankannya dapat berjalan sesuai harapan.
BACA JUGA:Galian C Ditutup, Bahan Baku Batu Alam Sulit Didapat, Buruh yang mulai Resah dan Pasrah
Selain untuk ketahanan pangan, lewat program tersebut bisa membuka lapangan kerja baru untuk masyarakat Kongsijaya.
Kedepan, kemandirian berwirausaha bermitra dengan BUMDes dalam pembiayaan produksi, dan dengan Koperasi Desa Merah Putih Kongsijaya dalam penyerapan hasil produksinya.
"Antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih akan saling berkolaborasi wujudkan kemandirian ekonomi kerakyatan, sesuai dengan harapan pemerintah dalam kemandirian pengelolaan ekonomi desa, menuju Indonesia emas tahun 2045," ujarnya.