"Saat ini yang sudah dikeluarkan sekitar 25 ton, karena di setiap toko maksimal 2 ton. Jadi ada sekitar 10 toko dan 10 pasar yang ada di Pasar Pagi dan 2 pasar di Pasar Harjamukti. Untuk rencana dikeluarkan seminggu sekitar 1 juta ton se-Indonesia. Kalau untuk di Kota Cirebon sendiri 1 bulannya bisa sampai 5000 ton. 25 ton itu dari minggu kemarin sampai dengan hari ini itu sudah 25 ton khusus di Kota Cirebon," jelasnya.
BACA JUGA:Pungli Berkedok Retribusi di Cirebon, Stadion Watubelah Jadi Sorotan, Ada yang Ilegal
Menurutnya, gejolak harga beras di masyarakat sudah naik.
"Harga medium itu sekitar Rp13.000 sampai Rp13.500-an per kilogram. Jadi kita menekan harga beras di masyarakat biar harga beras turun biar masyarakat bisa mengkonsumsi. Pemicu kenaikan harga beras karena harga gabah naik yang sebelumnya Rp5.000 menjadi Rp6.5000," tuturnya.
Terkait isu beras oplosan yang marak dibicarakan publik, Sandi menegaskan bahwa pihaknya belum menemukan indikasi peredaran beras oplosan dari produk Bulog.
“Kami belum mengetahui secara pasti prosesnya seperti apa. Selama ini, beras Bulog tidak terlibat dalam isu beras oplosan yang ramai belakangan," pungkasnya.