Kabupaten Majalengka Berubah Jadi Kota Masa Depan, Ini Buktinya

Jumat 25-07-2025,19:06 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Yuda Sanjaya

Berdasarkan data yang dihimpun, kata dia, investasi yang masuk pada triwulan pertama tahun 2024 tercatat sebesar Rp539,577 miliar, kemudian meningkat pada triwulan kedua menjadi Rp1,108 triliun.

Dia menyampaikan untuk triwulan ketiga mencatatkan investasi sebesar Rp787,686 miliar, dan puncaknya terjadi pada triwulan keempat dengan total Rp1,159 triliun.

Ucu menuturkan, ada beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan investasi di Kabupaten Majalengka.

Pengembangan infrastruktur yang pesat, keberadaan jalan tol yang mempermudah distribusi barang serta mobilitas tenaga kerja, dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

"Selain itu, besaran upah tenaga kerja yang kompetitif dibandingkan daerah lain di Jawa Barat turut menjadi pertimbangan bagi perusahaan dalam menekan biaya operasional," katanya.

Ucu menambahkan kalau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, juga terus berupaya memberikan kemudahan, khususnya dalam proses perizinan guna menarik lebih banyak investor.

Ia mengatakan langkah-langkah lainnya mencakup penguatan infrastruktur, serta penyediaan fasilitas pendukung bagi dunia usaha juga diberlakukan untuk menarik lebih banyak investasi ke Majalengka.

"Kemudahan perizinan menjadi salah satu daya tarik bagi investor untuk menanamkan modal di Majalengka. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar proses perizinan berjalan cepat dan efisien," ujarnya.

Sementara itu, Pengelola Kertajati Industrial Estate Majalengka (KIEM) menyebutkan, terdapat tujuh investor dari dalam dan luar negeri, yang sudah berinvestasi pada salah satu kawasan peruntukan industri di Majalengka.

Kondisi tersebut diungkapkan Bagian Pemasaran Pengelola KIEM, Reni Anggarwati beberapa waktu lalu.

"Nilai investasi yang kami catat hanya dari sisi pembelian lahan di kawasan peruntukan industri ini mencapai Rp40 miliar," kata Reni dikutip dari laman yang sama.

Ia menjelaskan, ketujuh investor itu terdiri atas satu penanaman modal asing (PMA), serta enam penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang sudah berkomitmen untuk menggelontorkan dana pada kawasan tersebut.

Kawasan industri di Majalengka ini, katanya, mencakup area seluas 400 hektare yang dirancang untuk menampung berbagai sektor industri seperti pengolahan makanan, sepatu, baja, beton hingga manufaktur.

Reni mengatakan, area tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan Rebana Metropolitan, yang ketentuannya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 87/2021.

"Kami baru mulai bergerak pada 2024, jadi nilai investasi total baru akan terlihat tahun depan. Namun, jika merujuk pada laporan investasi di kawasan ini merupakan salah satu yang tertinggi,” ujarnya.

Meskipun pengembangan kawasan industri ini sempat terhambat pandemi COVID-19, pihaknya optimistis akan ada lonjakan nilai investasi lebih signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Kategori :