Kendati pergerakan tanah ini pergerakannya lambat, tetapi berulang. Sehingga memiliki potensi berkembang menjadi bidang gelincir melengkung.
Pergerakan tanah ini, teramati dendgan adanya retakan sepanjang 5 sampai dengan 30 centimeter sepanjang 5 sampai dendgan 140 meter dengan kedalaman 1 sampai 2 meter.
Akibat pergerakan tanah ini, ada bagian pada jalur jalan tol yang naik dengan ketinggian 20 - 50 centimeter.
PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) selaku pengelola telah melakukan pengerukan di bagian yang mengalami kenaikan tersebut.
Mengenai penyebab dari pergerakan tanah ini, Badan Geologi memerkirakan peneyebabnya adalah karakteristik lahan dan batuan.
Area tersebut dikenal dengan lereng yang curam dan memiliki karakteristik batuan mudah menampung air.
Kemudian terjadi infiltrasi air yang memicu terjadinya tekanan permukaan dan peningkatan tekanan pada pori bawah tanah.
"Pergerakan tanah ini akibat kondisi geologi, peningkatan tekanan air pori dan pengaruh geometri lereng," jelas Wafid.
BACA JUGA:Satresnarkoba Polresta Cirebon Ungkap Jaringan Narkoba Antarprovinsi, 30 Gram Sabu Diamankan
Oleh karena itu, Badan Geologi mengimbau kepada pengelola Jalan Tol Cisumadwu untuk melakukan pembenahan pada sistem drainase.
Pembenahan ini penting untuk mengurangi tekanan pada pori di tubuh lereng. Sehingga dapat meminimalisasi terjadinya pemicu pergerakan tanah.
Berikutnya adalah melakukan pemasangan bore pipe sampai ke bawah bidang gelincir. Bore pipe ini dapat menjadi struktur penguat.
Selain pekerjaan struktur, perlu dilakukan juga penanaman vegetasi untuk menahan erosi serta infiltrasi air di permukaan.
BACA JUGA:Ciptakan Generasi Sehat dan Berkualitas, Kota Cirebon Berkomitmen Tekan Stunting
Pengelola juga diminta melakukan pemantauan secara berkala menggunakan perangkat geodetik dan geoteknik.