Sumarno mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu bentuk dari upaya melestarikan budaya Jawa maupun budaya dari berbagai provinsi lain yang ikut serta.
BACA JUGA:Pesan Sekda Kota Cirebon untuk Para Calon Paskibraka: Kebanggaan dan Tanggung Jawab Besar
BACA JUGA:Kementerian HAM Soal Bendera One Piece, Negara Berhak
Menurut dia, kegiatan budaya juga berkaitan erat dengan ekonomi kreatif, khususnya di Solo yang dikenal sebagai kota jasa.
"Kota ini butuh banyak event agar orang datang dan betah berlama-lama. Maka, kami sangat berterima kasih kepada para budayawan, seniman, dan pelaku seni yang terus berkomitmen menjaga warisan budaya kita," kata Sumarno.
Sebagai informasi, kegiatan ini terbuka untuk umum secara gratis. Event ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga edukasi budaya yang menyenangkan.
Kepala Taman Budaya Jawa Tengah, Suratno mengatakan, gelaran Pasar Raya ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Gelaran ini menghadirkan 30 stan kuliner jadul, yang menyajikan cita rasa nostalgia bagi pengunjung.
BACA JUGA:Kades Sukaselamet Indramayu Diduga Korupsi Dana Desa, Diberhentikan Sementara
BACA JUGA:Semarak Holistic Wellness di Balakota Cirebon, Sekda: Semangat Sehat Lahir dan Batin
Selain itu juga diikuti seniman dari lima provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Banten, dan Kalimantan Tengah.
Gelaran ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Jawa Tengah, sekaligus bentuk nyata komitmen menjaga ekosistem seni budaya di tengah era modern.