Sederet Permasalahan Pasca Hangusnya Gedung DPRD Kabupaten Cirebon

Rabu 03-09-2025,03:04 WIB
Reporter : Samsul Huda
Editor : Rusdi Polpoke

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Gedung DPRD Kabupaten Cirebon belum benar-benar bersih. 

Hancurnya seluruh ruangan dan hilangnya perangkat lunak pasca aksi anarki di gedung DPRD Kabupaten Cirebon itu menghambat seluruh kinerja sekretariat dan para wakil rakyat. 

Hingga kini, aliran listrik di gedung DPRD Kabupaten Cirebon masih terputus. Begitu juga dengan jaringan air bersih mati total. 

Kondisi itu, menambah derita para pegawai di DPRD Kabupaten Cirebon. Untuk sekedar buang air kecil saja, mereka harus ke mesjid agung yang jaraknya cukup jauh. 

BACA JUGA:Gelar Aksi Damai, Inilah 7 Sikap HMI Cabang Cirebon Atas Kondisi Bangsa Indonesia Saat Ini

BACA JUGA:Kritisi Kondisi Bangsa Saat Ini, Sejumlah Elemen di Cirebon Sampaikan 8 Poin Refleksi

BACA JUGA:Usai Dinonaktifkan, Fraksi Partai NasDem DPR RI Minta Fasilitas Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Dicabut

Sekretaris DPRD Kabupaten Cirebon, Asep Pamungkas SP MP mengaku, pihaknya belum dapat memastikan kapan gedung wakil rakyat ini bersih total dari material dan sepihak kaca yang pecah berserakan di lantai setiap ruangan. 

"Keinginan kami, minggu ini beres lantaran ada agenda rapat kerja di DPRD yang harus berjalan secara maraton," kata Asep, Selasa 2 September 2025.

Minimalnya, kata Asep, ruangan setiap fraksi bisa dipakai terlebih dahulu. Sebab, jika menggunakan ruangan SKPD dinilai kurang enak. "Ya ga enak aja," ungkapnya. 

Asep mengaku, sejauh ini, pihaknya belum dapat menjelaskan terkait sarana penunjang kinerja dewan, sementara semua perangkat lunak ikut dijarah. 

Maka, sedang dirapatkan dengan pimpinan dewan untuk mencari solusi terbaik. Termasuk masih menghitung berapa jumlah kerugian. 

BACA JUGA:Ingat Kata-kata Mendagri: Pejabat dan Kepala Daerah Dilarang Flexing

BACA JUGA:Tingkatkan Kesiapsiagaan Kota Cirebon, Patroli Petugas Gabungan Diperketat

"Kalau untuk kerugian nanti tim appraisal yang akan turun tangan. Harus mereka yang menghitung agar nilai kerugian yang timbul real dan tidak ada rekayasa," paparnya. 

Kategori :