Pasalnya, petani di desa tersebut kini bisa panen dua kali dalam setahun, meski sebelumnya kerap kesulitan air akibat keterbatasan sistem irigasi.
"Ini prestasi besar. Berkat kolaborasi dan kerja sama lintas pihak, terutama BBWS, air bisa mengalir ke desa ini. Petani akhirnya bisa menanam dua kali dan tentu saja, panen dua kali,” ujarnya.
BACA JUGA:BRI Prabumulih Gelar Undian Panen Hadiah Simpedes 2024, Nasabah Bawa Pulang Mobil Honda BR-V
Ia menegaskan bahwa petani adalah pejuang bangsa di sektor pangan, dan Indramayu telah menjadi salah satu lumbung padi nasional dengan kontribusi yang sangat signifikan.
Kehadirannya di tengah para petani, kata Sudaryono, merupakan bentuk penghormatan dari pemerintah.
“Petani tetap gigih berproduksi meski menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan serangan hama. Itu adalah bentuk ketangguhan yang layak diapresiasi,” tambahnya.
Menurut Sudaryono, capaian ini juga menjadi bukti keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Lahan yang selama 35 tahun hanya bisa ditanami sekali, kini sudah bisa digunakan dua kali dalam setahun, setelah ada perbaikan irigasi dan bantuan pompa air.
"Dulu petani hanya bisa panen sekali, kini bisa dua kali. Ini bukan sekadar hasil panen, tapi soal kesejahteraan masyarakat yang meningkat," jelasnya.
Keberhasilan ini, lanjut Sudaryono, memberikan dua dampak positif sekaligus: memperkuat cadangan pangan nasional, serta meningkatkan pendapatan petani secara langsung.
Pemerintah pun akan terus memperluas program serupa ke wilayah lain, guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur dan mendukung ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.
"Saat ini pemerintah memproyeksikan produksi padi nasional pada tahun 2025 akan meningkat sekitar 3,4 juta ton dibandingkan tahun 2024," katanya.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi nasional pada tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 1,55 persen dari 53,98 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2023 menjadi 53,14 juta ton GKG.
Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan di tahun 2025, salah satunya melalui optimalisasi lahan dan sinergi lintas sektor.
"Target kami adalah membalikkan penurunan produksi tahun ini. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian PUPR, TNI, dan Polri, kami optimistis tahun depan akan ada lonjakan produksi," tegas Sudaryono.