Di sisi lain, kasus ini menimbulkan keprihatinan masyarakat Majalengka. Banyak pihak menilai isu tersebut mencoreng citra aparatur sipil negara, apalagi di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Meski pejabat E masih aktif bekerja karena belum ada keputusan resmi, Pemkab Majalengka memastikan moral kerja di lingkungan dinas terkait ikut terganggu.
"Setidaknya moral pasti terganggu. Tapi kita harus menunggu laporan lengkap dari tim sebelum mengambil sikap,” kata Bupati Eman menegaskan.
Kasus dugaan perselingkuhan yang berujung kehamilan ini kini menjadi perhatian luas.
Publik menanti langkah tegas Pemkab Majalengka dalam menangani persoalan yang menyangkut nama baik birokrasi.
Tim investigasi dijadwalkan melaporkan hasil kerjanya dalam waktu dekat.