Warga Adidharma Keluhkan Limbah SPPG, Diduga Cemari Air Sumur

Selasa 21-10-2025,16:30 WIB
Reporter : Abdullah
Editor : Tatang Rusmanta

“Baunya menyengat, nanti saat musim hujan kalau tidak segera ditangani akan semakin mengganggu warga sekitar,” tandasnya. 

BACA JUGA:BEM IPB Cirebon Gelar Program Roda Literasi di CFD Sumber

BACA JUGA:Anak Terjebak di Dalam Mobil, Orang Tua Panik, Damkar Turun Tangan

“Rencananya sumur akan dikuras, tapi kalaui dikuras tapi instalasi limbahnya tidak diperbaiki maka tetap percuma,” imbuh Heru.

Keluhannya bukan itu saja. Heru juga menyinggung soal penggalian jalan untuk pembuangan air dari SSPG tidak ijin ke warga. 

Menurut dia, pihak pengelola mestina meminta ijin ke warga, karena perbaikan jalan selama ini dilakukan oleh warga. Saat ini, menurut dia, kondisi jalan justru semakin rusak dan amblas. 

“Memang dapat kompensasi air PDAM.  Tapi kami ingin saluran limbahnya segera diperbaiki,” tegasnya

Ketua RT01 Desa Adidharma, Soni Solihin mengatakan, pembangunan dapur MBG di wilayahnya dilakukan tanpa koordinasi dengan warga.

Menurut Soni, pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal, hasilnya terdapat bau dan air sumur berubah warna. 

“Kami Sudah konfirmasi ke yayasan Miftahul Ulum dan SPPG untuk dilakukan perbaikan, termasuk pembangunan saluran tembus ke sungai sedangkan sanitasinya belum dibuat,” tandasnya. 

Soni menyampaikan IPAL di SPPG memang tidak berfungsi dengan sempurna, sehingga sisa makanan mengendap dan menimbulkan bau menyengat.

“Sumur pak Haji Heru Cahyono jaraknya 10 meter dengan SPPG sehingga cepat terkontaminasi,” kata Soni.

Kepala SPPG Adidharma , Ikbal Nur Rahman SE  mengatakan, keluhan warga terkait limbah sudah ditampung.

“MBG hanya operasional, Sarpras oleh Yayasan. Dalam hal ini yayasan Miftahul Ulum,” jelasnya. 

Ikbal menegaskan, pihaknya akan berupaya melakukan penyelesaian agar permasalahan yang sudah terjadi tidak berkepanjangan.

“Sumur belum disedot kalau masih tercemar limbah kita. Makanya Kita beresin dulu limbahnya,” terangnya.

Kategori :