Diberitakan sebelumnya, wali murid di SDN Argapura, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon menemukan adanya menu MBG yang diduga basi.
Tidak hanya itu, diduga terdapat ulat di dalam menu makan bergizi gratis tersebut. Untungnya menu MBG tersebut belum sempat dikonsumsi oleh siswa.
Kepala SPPG Kalijaga 2, Alvin membenarkan ada temuan makanan yang terindikasi sudah basi dan ulat.
Meski demikian, dia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan sesuai prosedur dan melakukan pemeriksaan menu makanan sebelum dikirim.
"Kami mulai masak pukul 03.00 dan matang pukul 04.00. Kemudian pendistribusian dimulai pukul 07.00 WIB. Sebelum berangkat kami sudah pengujian organoleptik baik bau, rasa dan tampilan. Semuanya aman-aman saja," jelasnya kepada wartawan.
Dia menduga waktu yang cukup panjang membuat sebagian makanan basi. Sedangkan untuk temuan ulat, dia menyebut kemungkinan dari kancang panjang.
"Kami menggunakan kacang panjang yang organik tidak pakai pestisida. Sebenarnya sudah dibersihkan, mungkin terlewat," jelasnya.