Justru Kang Dade, sapaan akrab pria berkacamata ini mempertanyakan soal perjuangan mereka.
"Berapa kali ikut bersama kami berjuang dari desa ke desa meyakinkan dan membantu masyarakat melaksanakan musdesus bersama Kuwu dan BPD, kalau dia saja tidak pernah terlibat terus menuding seperti itu ini penghinaan bagi kami dan para pegiat,” tambahnya.
Dade juga mengajak semua pihak untuk melihat perjuangan pemekaran secara objektif dan menghargai sejarah panjangnya, bukan hanya dari kacamata politis
“Pemekaran adalah jalan untuk mencapai cita-cita kolektif masyarakat Cirtim untuk hidup lebih sejahtera dan berdaulat di tanahnya sendiri."
"Saya menyesalkan justru diujung gerbang pintu masuk yang hampir menjadi nyata atas jerih payah perjuangan rakyat Cirebon Timur, masih ada orang yang berasumsi liar," tegasnya.
Oleh sebab itu, dia menyarankan siapapun itu orangnya yang meragukan perjuangan pemekaran Cirebon Timur agar instrospeksi.
"Adakah namanya dan berapa tahun dia terlibat," pungkasnya. (*)