Dosen Swasta Masih Jadi Kelas Dua dalam Pendidikan Tinggi Indonesia?

Minggu 09-11-2025,14:04 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

BACA JUGA:STMIK IKMI Cirebon MoU dengan Altissia; Peningkatan Kapasitas Bahasa Inggris bagi Dosen/Mahasiswa

Kini saatnya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meninjau ulang rancangan kebijakan seperti Permen No. 23 Tahun 2025 agar visi pendidikan tinggi yang adil, inklusif, dan bermartabat tidak berhenti sebagai jargon, tetapi diwujudkan sebagai sistem yang berpihak pada seluruh dosen Indonesia.

Referensi

Irawan, Dasapta Erwin, Agung Purnomo, DU Sutiksno, dkk. “Kajian Pendidikan Tinggi IDRI untuk DPR RI dan Ristek Dikti 2018.” Kajian Pendidikan Tinggi IDRI untuk DPR RI dan Ristek Dikti 2018, 2018.
Mijs, Jonathan JB. “The unfulfillable promise of meritocracy: Three lessons and their implications for justice in education.” Social Justice Research 29, no. 1 (2016): 14–34.

Mishchuk, Halyna, Natalia Samoliuk, dan Yuriy Bilan. “Measuring social justice in the light of effectiveness of public distributive policy.” Administratie si Management Public, Bucharest University of Economic Studies Publishing House, 2019.

Muttaqin, Tatang. “Determinants of unequal access to and quality of education in Indonesia.” Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning 2, no. 1 (2018): 1–23.
Rawls, John. “Distributive justice: Some addenda.” 13, no. 1 (1968): 51–71.
Wirosuharjo, Kartomo. PTS Sayang, PTS Perlu Ditimang. Elex Media Komputindo, 2015.

BACA JUGA:Dosen IPB Cirebon Beri Pelatihan Data Mining di SSB Garuda

Profil Penulis

Ruben Cornelius Siagian adalah peneliti muda Indonesia di bidang fisika, komputasi, dan matematika. Ia fokus pada kosmologi, lubang hitam, dan materi gelap, dengan puluhan publikasi di jurnal internasional. Aktif sebagai reviewer, pembicara konferensi, dan penulis opini tentang sains serta isu geopolitik.

Kategori :