Untuk itu, Walikota Cirebon Effendi Edo telah meminta Satpol PP Kota Cirebon untuk segera melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang sempadan sungai Sukalila dan Kalibaru.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk - Cisanggarung (Cimancis) Dwi Agus Kuncoro BBWS telah mengambil sampel sedimen dari tiga segmen sungai dan hasilnya menunjukkan tidak adanya kandungan zat berbahaya.
“Alhamdulillah tidak mengandung zat yang berbahaya sehingga dapat kita angkut dan buang ke lokasi yang telah disepakati,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya kini tengah menyiapkan metode pengambilan dan pengangkutan lumpur yang ideal agar proses tidak terhambat oleh kadar air yang tinggi.
BACA JUGA:Kasus Mahasiswa Residen Unpad di RSUD Waled, Kuasa Hukum FK UGJ Ungkap Fakta Baru
"Mungkin yang perlu kita pikirkan metodenya Pak, metode pengambilan lumpur dan pengangkutannya karena ini bercampur air, idealnya memang begitu diangkut sudah ada, tidak ada kadar airnya sedikit. Ini yang perlu menjadi perhatian," tambahnya.
Dwi menegaskan bahwa penataan Sungai Sukalila akan dilakukan bertahap mulai segmen satu hingga tiga, dengan fokus awal pada segmen dua yang dianggap lebih mudah ditangani.
“Kami memohon dukungan Wali Kota dan DPRD agar Sungai Sukalila bisa menjadi ikon Kota Cirebon di masa depan,” tegasnya.
Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio menyatakan, dukungan penuh terhadap program BBWS karena DPRD sejak awal telah mengikuti perkembangan rencana revitalisasi dan siap memfasilitasi koordinasi antara pemerintah kota, provinsi, hingga pemerintah pusat.
BACA JUGA:Wakil Walikota Cirebon Dorong Pramuka Hadir sebagai Sekolah Karakter dan Inovasi
“Intinya kami ingin BBWS bekerja nyaman. Sungai Sukalila harus bersih dan bisa menjadi ikon baru Kota Cirebon,”ucapnya.
Sementara itu, Walikota Cirebon Effendi Edo menyambut baik langkah awal revitalisasi tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana BBWS.
"Kebersihan Sungai Sukalila merupakan prioritas untuk mengubah wajah kota. Saya ingin Sukalila menjadi taman untuk anak-anak, masyarakat, bahkan untuk lansia. Jika dibuat taman yang bersih, wajah Kota Cirebon akan berubah,” ujarnya.
Edo juga menyoroti pentingnya penertiban bangunan liar di sepanjang sempadan sungai dan meminta masyarakat untuk melakukan pembongkaran secara mandiri demi kebaikan bersama.
BACA JUGA:Pelanggan IndiHome di Majalengka Menangkan Undian Hoki Emas Telkomsel dan Bank BJB
"Pemerintah kota telah menyiapkan anggaran tahun 2026 untuk pembangunan trotoar sebagai penunjang estetika kawasan," tuturnya.