Stok Beras Melimpah! Bulog Cirebon Pastikan Pasokan Aman hingga Lebaran 2026

Jumat 26-12-2025,19:32 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Rusdi Polpoke

BACA JUGA:Pohon Angsana Tumbang di Cirebon, Minibus Rusak Parah

Di sela sidak, seorang warga bernama Darman mengeluhkan lonjakan harga sejumlah bahan pangan.

“Ayam Rp37 ribu, telur Rp31 ribu per kilogram. Sejak ada MBG, harga-harga melonjak naik, jadi memberatkan,” ujarnya.

Plt Direktur Utama Pasar Berintan, Winda Meliyana, membenarkan adanya kenaikan pada beberapa komoditas. 

Menurutnya, harga vabai rawit super naik dari Rp60.000 menjadi Rp65.000 per kilogram. Kemudian, daging ayam naik dari Rp36.000 menjadi sekitar Rp38.000 per kilogram.

Telur ayam kini Rp30.500 per kilogram, sebelumnya Rp27.000–Rp28.000 per kilogram. Wortel turun dari Rp20.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.

Winda menyebut kenaikan harga dipicu keterbatasan pasokan pemasok di tengah permintaan yang tetap tinggi, termasuk tingginya kebutuhan dari program MBG.

Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menegaskan pemerintah terus melakukan pengendalian harga melalui pemantauan harian dengan aplikasi E-TUKU.

“Jika terjadi eskalasi harga yang cukup lama, TPID bersama BI akan melakukan intervensi, salah satunya melalui operasi pasar,” jelasnya.

Menurutnya, kenaikan harga menjelang akhir tahun masih dalam batas wajar, dipengaruhi pola konsumsi masyarakat dan tingginya permintaan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot juga mengoptimalkan kerja sama antar daerah (KAD) di kawasan Ciayumajakuning guna memastikan pasokan telur, cabai, dan daging ayam tetap aman.

“Kami berharap harga tetap terjangkau. Jika diperlukan, operasi pasar murah akan kami lakukan,” pungkas Iing. (*)

Kategori :