BACA JUGA:Ziarah Leluhur Warnai Haul ke-95 KH Moh Said Gedongan, Jejaring Ulama Cirebon Pun Terungkap
Destinasi ini menghadirkan lebih dari 18 spot yang merepresentasikan landmark dan ikon budaya dari berbagai negara, mulai dari rumah tradisional Jepang dan Korea, replika Kakbah dari Timur Tengah, bangunan khas Santorini Yunani, kastil Romawi, hingga labirin ala Inggris.
Salah satu wahana paling favorit adalah balon udara mini ala Cappadocia, Turki, yang kerap dijadikan latar swafoto oleh keluarga maupun wisatawan muda.
Tak sekadar hiburan visual, taman ini juga mengedepankan unsur edukasi. Setiap replika dilengkapi informasi singkat mengenai sejarah dan nilai budaya negara asalnya.
“Awalnya saya kira cuma tempat foto-foto, ternyata anak-anak bisa belajar tentang budaya dunia,” ujar Desi, pengunjung asal Kabupaten Kuningan.
Untuk anak-anak, pengelola menyediakan area bermain luas serta mini zoo berisi berbagai hewan ternak.
Dengan tiket tambahan Rp5.000, anak-anak dapat memberi makan kelinci, kambing, dan hewan lainnya, sehingga pengalaman wisata menjadi lebih interaktif dan edukatif.
Dengan harga tiket yang terjangkau, yakni Rp25.000 di hari biasa dan Rp30.000 saat akhir pekan, destinasi ini dinilai ramah bagi semua kalangan.
Berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir luas, toilet bersih, kantin, area istirahat beratap, hingga akses ramah bagi pengguna kursi roda turut menunjang kenyamanan pengunjung.
Bagi masyarakat Majalengka, kehadiran Taman Rekreasi Keliling Dunia bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan pariwisata daerah.
“Sekarang tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, cukup ke sini saja sudah seperti keliling dunia,” kata Inin, warga Kecamatan Ligung.
Dengan perpaduan konsep edukasi, hiburan, dan budaya, Taman Rekreasi Keliling Dunia kian mengukuhkan diri sebagai destinasi favorit selama libur Natal dan Tahun Baru, sekaligus memperkuat posisi Majalengka sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa Barat.