Perut Membesar hingga 58 Cm, Balita Asal Cirebon Ini Butuh Cangkok Hati Segera

Jumat 09-01-2026,21:00 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Rusdi Polpoke

“Perutnya terus membesar, anak saya sering menangis karena sakit. Kami sangat khawatir, takut terjadi apa-apa,” ujar Viantika dengan suara bergetar.

Dokter menyarankan bahwa transplantasi atau cangkok hati menjadi satu-satunya jalan agar Fawwas bisa memiliki harapan hidup lebih baik dan tumbuh normal seperti anak-anak seusianya. 

Namun, tindakan medis tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar, terutama untuk proses donor dan biaya operasional di luar tindakan yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Meski sebagian biaya perawatan medis bisa dicover oleh BPJS, orang tua Fawwas tetap harus menyiapkan dana besar untuk berbagai kebutuhan pendukung, termasuk pemeriksaan lanjutan, akomodasi, serta biaya bagi pendonor organ.

Melihat kondisi warganya, Pemerintah Desa Getrakmoyan bergerak cepat dengan melakukan penggalangan donasi di lingkungan masyarakat. 

Donasi dilakukan di dua blok wilayah desa dan berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp5 juta.

Kuwu Desa Getrakmoyan, Junandi mengatakan, donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian warga untuk membantu meringankan beban keluarga Fawwas.

“Dana yang terkumpul dari masyarakat akan kami serahkan untuk membantu biaya pengobatan Fawwas. Meski tidak besar, ini bentuk solidaritas warga desa,” ujar Junandi.

Ia juga berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun pihak-pihak terkait agar proses pengobatan Fawwas dapat berjalan maksimal, termasuk kemungkinan bantuan untuk proses transplantasi hati yang biayanya tidak sedikit.

Sementara itu, kedua orang tua Fawwas berharap adanya uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten Cirebon maupun instansi terkait agar anak mereka bisa segera mendapatkan tindakan medis yang dibutuhkan.

“Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah daerah. Kalau hanya mengandalkan penghasilan kami, rasanya sangat berat. Kami hanya ingin anak kami bisa sembuh dan hidup normal,” tutur Viantika.

Kini, Fawwas masih menjalani perawatan intensif dan pemantauan medis. Keluarga berharap agar proses transplantasi hati dapat segera terlaksana, sehingga Fawwas memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.

Kisah Fawwas menjadi potret nyata perjuangan keluarga kecil di desa yang menghadapi penyakit langka dengan keterbatasan ekonomi. 

Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi penyambung harapan bagi balita malang tersebut untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)

Kategori :