Namun, proses evakuasi jenazah tidak berjalan mudah. Kondisi medan yang terjal, cuaca buruk, serta keterbatasan akses membuat tim SAR mengalami kesulitan untuk mengangkat korban dari jurang.
Demi keselamatan bersama, diputuskan bahwa pada malam 18 Januari 2026, tim SAR berkemah di dekat lokasi jenazah dan melanjutkan proses evakuasi pada keesokan harinya saat kondisi memungkinkan.
Operasi SAR pesawat ATR PK-THT ini masih terus berlanjut, dengan fokus utama pada evakuasi korban dan pencarian bagian pesawat lainnya guna mendukung proses investigasi lebih lanjut.