"Para pemain akan teruji secara mental dan teknis. Ini bukan hanya ujian, tetapi juga peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Senin 19 Januari 2026.
Indonesia tergabung dalam grup bersama Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis, yang dinilai memberikan tantangan beragam dari sisi karakter permainan.
FIFA Series 2026 dirancang sebagai ajang pengembangan kompetitif, mempertemukan tim papan atas dengan negara berkembang.
Di sektor putra, peserta mencakup tim peringkat tinggi seperti Australia (peringkat 26 dunia) hingga Kepulauan Virgin Amerika Serikat (peringkat 207).
Di sektor putri, turnamen ini menghadirkan negara kuat seperti Brasil (peringkat 7 dunia) hingga Kepulauan Turks dan Caicos (peringkat 194).
Keberagaman ini mencerminkan upaya FIFA menciptakan pertandingan internasional yang bermakna bagi seluruh anggota.
Menariknya, lima tim nasional putra peserta FIFA Series 2026—Australia, Tanjung Verde (Cabo Verde), Curaçao, Selandia Baru, dan Uzbekistan—juga telah memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026, mempertegas nilai kompetitif ajang ini.
BACA JUGA:Ranking FIFA Terbaru Rilis! Timnas Indonesia Tertahan, Thailand dan Vietnam Melesat
Selain aspek teknis di lapangan, FIFA Series juga berfungsi sebagai sarana peningkatan kapasitas organisasi sepak bola nasional.
Asosiasi anggota mendapatkan pengalaman langsung dalam:
- Penyelenggaraan event internasional
- Perencanaan dan manajemen operasional
- Pengembangan wasit
- Pengelolaan kompetisi berstandar global
Seluruh pertandingan FIFA Series 2026 dipastikan akan disiarkan secara global, sehingga memberikan eksposur internasional bagi tim peserta dan memperluas akses penggemar di berbagai belahan dunia.
“Seluruh pertandingan FIFA Series 2026 akan tersedia bagi audiens global, memastikan visibilitas dunia bagi tim nasional peserta,” demikian pernyataan resmi FIFA yang dikutip dari situs PSSI.
FIFA Series 2026 tetap sejalan dengan Tujuan Strategis FIFA untuk Sepak Bola Global 2023–2027, dengan memberikan kesempatan pertandingan lintas konfederasi, mendorong pertumbuhan teknis, serta memperkuat pertukaran global tanpa membebani kalender internasional.
Dengan status tuan rumah, Indonesia tidak hanya berpeluang meningkatkan kualitas Timnas, tetapi juga memperkuat posisi sebagai salah satu pusat pertumbuhan sepak bola di kawasan Asia. (*)