Pemkot Cirebon dan BBPOM Perkuat Sinergi Pengawasan Distribusi Obat

Jumat 23-01-2026,06:09 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Moh Junaedi

Wakil Walikota berharap seluruh fasilitas kefarmasian di Kota Cirebon dapat menjadi sarana yang amanah dan profesional.

Peserta diminta memanfaatkan kehadiran narasumber dari BBPOM untuk mendalami tata kelola obat yang benar demi memperkuat integritas profesi mereka masing-masing.

BACA JUGA:Saat Tinjau Banjir di Kalijaga, Wakil Walikota Cirebon Temukan Penyebab Utamanya

"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen bersama. Saya ingin kita semua membuktikan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kefarmasian di wilayah Kota Cirebon benar-benar berorientasi penuh pada keselamatan pasien, bukan sekadar pemenuhan administratif semata," tutupnya.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Balai Besar POM di Bandung, I Made Bagus Gerameta mengapresiasi sinergi kolektif di Kota Cirebon. 

Ia menyebutkan bahwa pengawasan obat yang kuat tidak bisa dilakukan sendirian oleh regulator, melainkan membutuhkan komitmen nyata dari para pelaku usaha di lapangan.

"Kami sangat bersyukur atas energi positif yang ditunjukkan rekan-rekan di Cirebon."

"Penggunaan antibiotik yang tidak rasional serta lemahnya pengawasan distribusi adalah pemicu utama resistensi."

"Jika hari ini tidak kita tangani secara bersama melalui penerapan CDOB yang ketat dan pelayanan yang beretika, maka efektivitas pengobatan akan terus menurun dan risiko kesehatan masyarakat akan semakin besar," ungkap I Made Bagus Gerameta.

Ia menambahkan bahwa peran GP Farmasi sangat penting dalam membina anggotanya agar memiliki kompetensi yang selaras dengan regulasi terbaru. 

BACA JUGA:Saat Tinjau Banjir di Kalijaga, Wakil Walikota Cirebon Temukan Penyebab Utamanya

"Sinergi antara BBPOM dan praktisi farmasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan untuk membangun ekosistem kesehatan yang akuntabel di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kota Cirebon," pungkasnya. (*)

Kategori :