RADARCIREBON.COM – Nama Layvin Kurzawa mendadak menjadi perbincangan hangat di bursa transfer Super League.
Bek kiri asal Prancis tersebut masuk dalam radar Persib Bandung.
Kabar ini langsung memantik reaksi beragam dari publik sepak bola Indonesia, mulai dari antusiasme tinggi karena statusnya sebagai eks pemain Paris Saint-Germain, hingga keraguan akibat faktor usia.
Namun, jika rumor ini ditelaah lebih dalam lewat data dan konteks permainan, Layvin Kurzawa jelas bukan sekadar nama besar tanpa substansi.
BACA JUGA:Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global
BACA JUGA:Hadirkan Perbankan di Pegunungan Alor NTT, BRILink Agen Ini Raih Predikat Jawara Nasional
Mengacu pada catatan Transfermarkt, Kurzawa telah membukukan lebih dari 280 penampilan di level klub sepanjang karier profesionalnya.
Dari jumlah tersebut, ia mencatatkan sekitar 25 hingga 29 gol serta 33 assist—angka yang tergolong tinggi untuk seorang bek kiri.
Tak hanya itu, Kurzawa juga pernah merasakan atmosfer level tertinggi dengan mengoleksi 14 caps bersama Timnas Prancis.
Pengalaman klubnya pun tak main-main. Ia pernah menjadi bagian dari AS Monaco, Paris Saint-Germain, Fulham (melalui status pinjaman), hingga Boavista.
BACA JUGA:Sedang Cari Ikan, Warga Cangkol Tewas Digigit Ular Kobra di CUDP
BACA JUGA:Warga Kampung Cangkol Utara Resah, Ular - Biawak Sering Masuk Rumah
Yang menarik, sebagian besar statistik ofensif tersebut dicatatkan saat ia bermain sebagai bek kiri murni, bukan sebagai winger atau gelandang serang.
Hal ini mempertegas karakter Kurzawa sebagai fullback modern. Ia bukan tipe bek yang hanya bertahan dan menunggu bola. Gaya bermainnya dikenal agresif dan progresif.
Kurzawa kerap melakukan overlap hingga ke garis akhir, berani menusuk ke half-space kiri, bahkan masuk ke kotak penalti lawan.