Jika Persib memaksanya bermain terlalu defensif, risiko akan terlihat jelas.
Sebaliknya, jika tim mampu memberinya kebebasan terukur, didukung gelandang bertahan pekerja keras serta struktur build-up yang rapi dari sisi kiri, dampaknya bisa sangat signifikan—terutama di laga-laga ketat yang membutuhkan pembeda.
Faktor usia memang tak bisa diabaikan. Kurzawa kini berusia 33 tahun. Namun permainannya tidak sepenuhnya bergantung pada kecepatan. Ia mengandalkan positioning, pengalaman, dan pemahaman taktik.
Jam terbang di Liga Champions dan Timnas Prancis memberinya keunggulan mental yang jarang dimiliki pemain asing Liga 1.
Dengan demikian, jika transfer ini benar-benar terwujud, kehadiran Layvin Kurzawa di Persib bukan hanya sensasi berlabel “mantan PSG”.
Ia berpotensi menjadi kepingan penting untuk meningkatkan kualitas permainan sisi kiri Maung Bandung—tentu dengan catatan digunakan dalam sistem yang tepat.