Pemerintah berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti, baik dari sisi teknis maupun cuaca.
Lebih lanjut, Edo menyebut proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Cirebon dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, termasuk dalam hal pendanaan dan pelaksanaan teknis.
Ia juga memastikan bahwa pengerukan sungai bukan menjadi tahap akhir dari program ini.
“Ini masih tahap awal. Setelah normalisasi selesai, akan dilanjutkan dengan penataan bantaran sungai agar lebih rapi, tertata, dan memiliki nilai estetika. Target kami, seluruh pekerjaan bisa diselesaikan tahun ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, mengungkapkan bahwa pengerukan dilakukan di tiga titik utama, yaitu Kalibaru, Sukalila, dan muara sungai.
Pengerjaan dimulai dari Kalibaru, kemudian berlanjut ke Sukalila, dan terakhir di area muara.
“Hari pertama kami menyiapkan tiga unit truk pengangkut lumpur. Mulai besok akan ditambah menjadi lima truk agar proses pengerukan berjalan lebih cepat dan efektif,” jelas Dwi Agus.
Normalisasi Sungai Sukalila diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung aliran air, meminimalkan potensi banjir saat musim hujan, serta mendukung penataan kawasan perkotaan Kota Cirebon yang lebih tertib dan berkelanjutan.