Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, BMKG Ungkap Daftar Wilayah Rawan Hujan Lebat

Minggu 08-02-2026,06:05 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Rusdi Polpoke

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prospek cuaca mingguan periode 6–12 Februari 2026 mendatang. 

Dalam rilis tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

BMKG menjelaskan, Februari masih berada dalam puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Tanah Air. 

BACA JUGA:BPBD Kabupaten Cirebon Ingatkan Warga Waspada Banjir dan Cuaca Ekstrem

BACA JUGA:Harga Cabai di Pasar Jagasatru Cirebon Naik Akibat Cuaca, Berpotensi Kembali Merangkak Jelang Ramadan

BACA JUGA:Lubang di Tol Cipali Muncul Akibat Cuaca Ekstrem, Pengelola Minta Maaf dan Lakukan Perbaikan Intensif

Kondisi ini ditandai dengan tingginya curah hujan yang tercatat dalam sepekan terakhir. 

Beberapa daerah mencatat curah hujan harian yang cukup ekstrem, di antaranya Kalimantan Barat mencapai 110,4 mm per hari, Kalimantan Selatan 99 mm per hari, serta Lampung 87 mm per hari.

Potensi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer skala global dan regional yang saat ini aktif. 

Salah satu faktor utama adalah Monsun Asia yang masih persisten dan membawa massa udara basah dari daratan Asia menuju wilayah Indonesia hingga dasarian kedua Februari.

Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Kelvin terpantau aktif dan berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.

BACA JUGA:BMKG Deteksi Siklon Tropis HAYLEY, Warga Cirebon Kembali Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

BACA JUGA:Cuaca Berubah Cepat! Siklon 09S Menguat, Banten dan Jabar Berpotensi Hujan Lebat

BMKG juga mencatat keberadaan Siklon Tropis PENHA di Samudra Pasifik timur Filipina yang berdampak pada meningkatnya potensi hujan sedang hingga lebat di Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 98P di daratan Australia berpotensi memicu angin kencang dan hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) serta meningkatkan risiko gelombang tinggi di perairan sekitarnya.

Kategori :