TPS Overload, Pemdes Setu Wetan Tambah Pengangkutan Sampah

Kamis 12-02-2026,14:30 WIB
Reporter : Khoirul Anwarudin
Editor : Leni Indarti Hasyim

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pemerintah Desa (Pemdes) Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, memaksimalkan pengangkutan sampah yang membludak di Tempat Penampungan Sementara (TPS) desa setempat. Langkah ini dilakukan untuk menormalkan kembali operasional TPS yang mengalami penumpukan dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Desa Setu Wetan, Nurwahyudi, mengatakan bahwa peningkatan volume sampah dipicu sisa bencana banjir serta bertambahnya produksi sampah rumah tangga dan home industri.

“Saat ini kita maksimalkan pengangkutan untuk dinolkan kembali. Karena pas kejadian banjir dan lainnya menyisakan sampah, ditambah produksi sampah rumah juga sedang meningkat,” ujarnya, Rabu (12/2/2026).

Dalam tiga minggu terakhir, jelasnya sejumlah armada mobil sampah milik DLH Kabupaten Cirebon telah dikerahkan. Jumlahnya mencapai 30 ritasi. Kini pihaknya pun menambah ritasi menjadi 40 hingga 50 kali untuk mempercepat penanganan.

BACA JUGA:Daftar dan Harga Adidas Samba Ori

Berdasarkan catatan desa, lanjut Nurwahyudi, rata-rata volume yang dihasilkan di TPS tersebut mencapai 380-390 gerbobak dalam satu bulan. Atau dengan kata lain, sampah yang dihasilkan rata-rata sekitar 13 gerobak sampai setiap harinya.

Sementara itu, penanganan mandiri yang dilakukan, selama ini menggunakan tempat pembakaran sampah secara manual oleh petugas desa. Namun fasilitas yang tersedia sangat terbatas, yakni hanya dua titik pembakaran.

“Kemampuan kami hanya membakar 4  gerobak per hari di satu tempat. Kalau dua tempat berarti sekitar 8 gerobak per hari. Itu pun belum mampu menutup seluruh volume yang masuk,” terangnya.

Sisanya, pengangkutan dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran desa.

BACA JUGA:Sembahyang Be Gwee Sambut Perayaan Imlek di Klenteng Hok Keng Tong

“Untuk pengangkutan lewat koordinasi dengan LH itu paling di kisaran 10 ritasi. Dan itu pun masih menyisakan sampah. Makanya terakumulasi dan menjadi membludak di dalam TPS,” jelas Nurwahyudin.

Sebagai langkah lanjutan, Pemdes akan membenahi manajemen pengelolaan sampah dan membangun TPS yang lebih representatif. Tahun ini direncanakan pembangunan TPS beratap dan berpagar agar tidak terlihat kumuh dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.

“Kita lakukan perubahan manajemen supaya penanganannya lebih terukur. Targetnya Maret sudah mulai berjalan sistem yang baru,” pungkasnya. (awr)

Kategori :