CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pemerintah RI smapai saat ini masih belum menentukan jatuhnya 1 Ramadan, begitu juga Nahdlatul Ulama (NU) Kota Cirebon saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah RI melalui Kementrian Agama.
Ketua PCNU Kota Cirebon, Dr KH Mustofa Rasjid MPdI kepada Radar Cirebon, Kamis (12/2/2026) mengatakan, untuk masyarakat muslim Kota Cirebon dan sekitarnya, untuk penentuan 1 Ramadan saat ini masih menunggu sidang isbat yang ditentukan oleh pemerintah RI melalui Kementrian Agama RI.
Karena kita sebagai masyarakat Indonesia, kata Mustofa Rasjid, kita sami'na waatha'na (kami mendengar dan kami taat) kepada pemerintah. Nanti menunggu sidang isbat yang sudah ditentukan, dalam hal ini nanti pemerintah menugaskan Kementerian Agama untuk mengadakan sidang isbat.
“Kita mengikuti pengumuman tersebut,” ujarnya.
Disinggung sikap NU untuk penentuan 1 Ramadan, Mustofa menyampaikan bahwasannya
mengacunya pada sabda Rasulullah SAW: "Shumu li ru'yatihi wa afthiru li ru'yatihi". Menunggu atau melihat hasil dari rukyah tersebut.
BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Plumbon Cirebon Pagi Ini, Seorang Pelajar Meninggal Dunia
“Kalau secara hisab kita sudah tahu, dan sudah ada,” tandasnya.
NU, kata Mustofa, juga sudah mempunyai Lajnah Falakiyah dan sudah punya kalender yang sudah beredar. Tapi untuk penentuan 1 Ramadan adalah menunggu rukyah dan nanti isbat yang ditentukan oleh pemerintah.
“ikuti saja, jangan dipisah-pisahkan. Nanti PBNU menugaskan untuk menghadiri isbat tersebut,” terangnya.
Terkiat lokasi rukyatul Hilal, Mustofa menjelaskan, rukyatul hilal kalau di Cirebon sih biasanya di Kejawanan atau di Pantai Baro Gebang.
BACA JUGA:Update Banjir Cirebon 13 Februari 2026: Air Rendam 3 Desa di Pangenan
“Kita juga sudah mempunyai Lajnah Falakiyah, jadi Lajnah Falakiyah itu mengikuti rukyat tersebut,” tegasnya.
Mustofa menegaskan bahwasannya kita tetap mengikuti hasil dari sidang isbat tersebut untuk umum. (abd)