Kabar Gembira! Uang Saku Peserta Pemagangan Nasional Naik ?

Minggu 15-02-2026,11:30 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

PADANG, RADARCIREBON.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menyesuaikan uang saku peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) dengan kenaikan Upah Minimum (UM) Tahun 2026.

Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung keberlangsungan program pemagangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peserta.
Uang
saku dalam Program Pemagangan Nasional berfungsi sebagai dukungan biaya hidup selama peserta mengikuti pelatihan dan praktik kerja di perusahaan atau institusi/lembaga.

Dengan adanya kenaikan UM 2026, besaran uang saku peserta pun turut mengalami peningkatan sesu ai ketentuan yang berlaku di wilayah masing-masing.

BACA JUGA: Meriah! SMS Group Apresiasi Karyawan Berprestasi dalam Gala Premiere Kick Off 2026
‎ ‎“
Alhamdulillah, karena UM 2026 ini mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga naik,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, saat mengunjungi peserta Program Pemagangan Nasional di RS Universitas Andalas (RS Unand), Padang, Kamis (12/02/2026).
Ia
mencontohkan di Provinsi Sumatera Barat. Pada Tahun 2025 Upah Minimum Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp2.994.193 dan pada tahun 2026 meningkat menjadi RpRp3.182.955. Oleh karena itu, penyesuaian tersebut berdampak langsung pada peningkatan uang saku peserta pemagangan di wilayah tersebut.
Kepada
peserta pemagangan, Menaker mengingatkan agar uang saku yang diterima dimanfaatkan secara bijak dan produktif.

Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya ya.Menabung, ngasih orang tua, atau hal-hal manfaat lainnya,” pesannya kepada para peserta.

BACA JUGA: Kapolsek Kapetakan Salurkan Bantuan Baja Ringan untuk Korban Kebakaran di Suranenggala
‎ ‎Menaker
menjelaskan, kunjungannya ke RS Unand tersebut dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksan aan Program Pemagangan Nasional.

Saat ini, terdapat 46 peserta pemagangan yang tengah menjalani program di RS Unand. Secara keseluruhan, terdapat 2.800 peserta pemagangan nasional di Provinsi Sumatera Barat.
Dalam
dialog bersama peserta, Menaker menanyakan langsung pengalaman mereka selama mengikuti pemagangan, mulai dari kenyamanan lingkungan kerja, kesesuaian tugas dengan kompetensi, hingga manfaat pembelajaran yang diperoleh.

Para peserta menyampaikan bahwa program berjalan baik, pembimbing responsif, dan pengalaman praktik sangat membantu meningkatkan keterampilan kerja.

BACA JUGA: Koramil 1402/Harjamukti Bersama Persit Gelar Jumat Berkah dan Munggahan Sambut Ramadhan 1447 H
‎ ‎"
Program Pemagangan Nasional ini adalah salah satu program yang memprioritaskan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kenapa? Karena kita ingin anak-anak muda kita benar-benar siap kerja, punya pengalaman langsung di lapangan, dan kompetensinya sesuai kebutuhan industri. Jadi ini strategi besar menyiapkan SDM dan meningkatkan tingkat membantu," katanya.
Ke
depan, Kementerian Ketenagakerjaan berharap Program Pemagangan Nasional semakin berkualitas, adaptif terhadap kebutuhan industri, serta mampu menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Pemerintah juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh generasi muda Indonesia.
"
Programgangan Pema Nasional diharapkan semakin adaptif, berkualitas, dan menjadi jembatan kuat menuju dunia kerja. Dengan dukungan yang tepat, generasi muda Indonesia siap bersaing dan berkontribusi bagi bangsa," tutupnya.

BACA JUGA : Pesantren Al Hikmah Bantah Piala Bergilir Bupati Cirebon

Kategori :