Lupa Niat Puasa Ramadhan? Ini Solusi Agar Puasa Tetap Sah Menurut Imam Malik

Senin 16-02-2026,05:00 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

RADARCIREBON.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan, persoalan niat puasa kerap menjadi perbincangan di tengah masyarakat. 

Tidak sedikit umat Islam yang bertanya-tanya, bagaimana jika lupa berniat pada malam hari? Apakah puasanya tetap sah atau justru batal?

Dalam fikih Islam, niat merupakan salah satu rukun utama ibadah, termasuk puasa. 

Untuk puasa wajib seperti puasa Ramadhan, qadha, dan nazar, para ulama menegaskan bahwa niat harus dilakukan pada malam hari. 

BACA JUGA:TETAP LESTARI! Tradisi Mandi Jelang Puasa di Situs Pemandian Sang Raja Majalengka

BACA JUGA:Ini Dia 96 Lokasi Pemantauan Hilal Sidang Isbat Awal Puasa 2026, Cek Jadwal dan Daerahmu

Waktu niat dimulai sejak terbenamnya matahari hingga sebelum terbit fajar shadiq. 

Ketentuan ini berbeda dengan puasa sunnah yang lebih fleksibel, karena niatnya boleh dilakukan pada malam hari maupun di siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Dasar kewajiban niat pada malam hari merujuk pada hadis Rasulullah SAW:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

BACA JUGA:Puasa Ramadan bagi Penderita GERD, Ini Fakta Medis yang Wajib Diketahui

BACA JUGA:Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin, dr Piprim Ungkap Kronologi Konflik Kolegium Anak

Artinya: “Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum terbit fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Hadis ini menjadi pijakan mayoritas ulama bahwa puasa wajib tidak sah tanpa niat yang dilakukan pada malam hari, atau yang dikenal dengan istilah tabyitun niat. 

Konsekuensinya cukup serius: jika seseorang tidak berniat hingga masuk waktu Subuh, maka puasanya dianggap tidak sah.

Kategori :