Lupa Niat Puasa Ramadhan? Ini Solusi Agar Puasa Tetap Sah Menurut Imam Malik

Senin 16-02-2026,05:00 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

Dengan demikian, pada malam pertama Ramadhan, seseorang dapat melakukan dua niat: pertama, niat puasa untuk esok hari seperti biasa; kedua, niat puasa satu bulan penuh dengan tujuan mengikuti pendapat Imam Malik sebagai bentuk kehati-hatian.

Adapun bacaan niat puasa harian adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Sementara bacaan niat untuk satu bulan penuh sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, karena Allah Ta’ala.”

Pentingnya Disiplin dan Kehati-hatian

Meski terdapat keringanan dalam pendapat Mazhab Maliki, disiplin berniat setiap malam tetap menjadi sikap terbaik. 

Biasanya, niat dilakukan selepas shalat tarawih atau saat sahur. Kebiasaan ini membantu menjaga konsistensi sekaligus memastikan keabsahan ibadah.

Pada akhirnya, niat bukan sekadar formalitas lisan, melainkan tekad dalam hati untuk menjalankan ibadah karena Allah SWT. 

Dengan memahami perbedaan pendapat ulama dan menerapkan langkah antisipasi, umat Islam dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan lebih tenang dan yakin.

Jangan sampai ibadah yang seharusnya membawa keberkahan justru terganggu karena kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah. 

Persiapan sejak malam pertama Ramadhan menjadi kunci agar ibadah puasa selama sebulan penuh berjalan lancar dan sah secara syariat.

Kategori :