Kapan Waktu Sahur yang Paling Utama?
BACA JUGA:Bupati Dian Temui Massa ‘Ciremai Memanggil’, Tegaskan Komitmen Selamatkan Gunung Ciremai
Secara umum, waktu sahur dimulai sejak tengah malam hingga menjelang terbit fajar. Namun, waktu yang paling dianjurkan adalah di akhir malam, mendekati waktu Subuh.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
“Kami bersahur bersama Rasulullah SAW, kemudian beliau bangkit untuk salat. Jarak antara sahur kami dan salat (Subuh) sekitar bacaan lima puluh ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengakhirkan waktu sahur hingga mendekati azan Subuh. Jika dikonversikan dalam perkiraan waktu, jaraknya sekitar 30–40 menit sebelum azan Subuh berkumandang.
Hal ini diperkuat oleh riwayat lain yang diriwayatkan dalam Musnad Ahmad, yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.
Mengakhirkan sahur memiliki hikmah tersendiri. Selain mengikuti sunnah, waktu tersebut juga membantu tubuh mendapatkan asupan energi yang lebih efektif untuk menjalani puasa sepanjang hari.
Mengapa Dianjurkan Mendekati Subuh?
Ada beberapa alasan mengapa sahur sebaiknya dilakukan mendekati waktu Subuh:
1. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW
Kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang mengakhirkan sahur menjadi pedoman utama bagi umat Islam.
2. Tubuh lebih siap berpuasa
Makan terlalu awal berisiko membuat tubuh cepat merasa lapar. Dengan sahur mendekati Subuh, energi yang diperoleh dapat bertahan lebih lama.
3. Memaksimalkan ibadah malam