Tak berhenti di situ, program revitalisasi akan diperluas pada 2026. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), telah disiapkan lebih dari Rp14 triliun untuk 11.474 satuan pendidikan.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto disebut berencana menambah anggaran revitalisasi bagi sekitar 60 ribu sekolah.
Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, total revitalisasi yang diusulkan bisa menyentuh lebih dari 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Program Strategis Pendidikan Tetap Berjalan
Selain infrastruktur, berbagai program unggulan pendidikan dipastikan tetap berjalan tanpa pengurangan anggaran.
Program Digitalisasi Pembelajaran terus dilanjutkan, bantuan pendidikan bagi siswa tetap disalurkan, serta pelatihan guru diperkuat.
Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SD, SMP, SMA, hingga SLB juga dipastikan aman. Bahkan, pada 2026 pemerintah akan memperluas cakupan PIP hingga ke jenjang taman kanak-kanak (TK).
Sebanyak 888 ribu murid TK direncanakan menerima bantuan Rp450 ribu per tahun. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.
Jangkauan MBG Tembus 43 Juta Siswa
Di sisi lain, implementasi Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan perkembangan signifikan.
Berdasarkan pembaruan data per 18 Februari 2026, MBG telah menjangkau 280.023 satuan pendidikan dengan total 43,17 juta peserta didik sebagai penerima manfaat.
Angka tersebut memperlihatkan skala besar program dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak bangku sekolah.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa MBG bukan sekadar program pemenuhan nutrisi, melainkan bagian dari strategi pembangunan karakter.
Program ini terintegrasi dalam gerakan Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, yang mendorong pola hidup sehat, gemar belajar, beribadah, serta membangun kepedulian sosial.
“Makan bergizi bukan hanya soal asupan makanan, tetapi bagian dari pembentukan karakter dan kebiasaan hidup sehat,” ujarnya.