Namun demikian, ada yang berbeda penyajiannya saat zaman dulu dan saat ini. Jika dahulu bubur disajikan di atas nampan besar dan dinikmati bersama-sama di masjid, kini pembagian dilakukan menggunakan kotak styrofoam.
Perubahan itu dimulai sejak pandemi Covid-19, ketika pemerintah menganjurkan social distancing dan melarang kegiatan yang menimbulkan kerumunan.
“Sejak pandemi kami kemas per porsi supaya lebih praktis dan tidak berkerumun. Sampai sekarang masih seperti itu,” jelas Abdullah.
Meski demikian, suasana kekeluargaan tetap terasa. Sejumlah warga masih datang langsung ke rumah dengan membawa piring atau mangkok sendiri untuk mengambil Harisa. Sebagian lainnya memilih menerima dalam kemasan untuk dibawa pulang. (ade)
BACA JUGA:CB150X ADV ID Chapter Bekasi Raya Perkuat Solidaritas Lewat Family Gathering Season 3