RADARKUNINGAN.COM - Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, dinilai paling diuntungkan pasca revitalisasi Waduk Darma oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
Desa Jagara dinilai sebagai 'anak emas' PT Jaswita, pihak pengelola Waduk Darma yang merupakan perusahaan daerah milik Pemprov Jabar.
Banyak terlibat dalam bisnis di Waduk Darma, Desa Jagara kini menjadi salah satu desa penyangga yang memiliki pendapatan asli desa (PADes) cukup tinggi setiap tahun.
Lewat kerjasama yang dilakukan BumDes Jagara dengan pihak pengelola Waduk Darma, PADes Jagara setiap tahun terus mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut membuat desa-desa penyangga lain menjadi iri. Kedelapan desa penyangga yang dimaksud diantaranya, Desa Parung, Desa Darma, Desa Cipasung, Desa Kawahmanuk, Desa Cikupa, Desa Paninggaran, Desa Sakerta Timur dan Desa Sakerta Barat.
BACA JUGA:Bupati Dian Temui Massa ‘Ciremai Memanggil’, Tegaskan Komitmen Selamatkan Gunung Ciremai
Mereka juga ingin merasakan apa yang diraih oleh Desa Jagara lewat 'fasilitas' yang diberikan pihak pengelola Waduk Darma.
Dianggap sebagai 'anak emas' oleh PT Jaswita, Kepala Desa atau Kuwu Jagara, Umar Hidayat membantah tudingan tersebut.
Ditegaskan Kuwu Umar, BumDes Jagara yang melakukan kerjasama bisnis di area Waduk Darma, dilakukan lewat perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak pengelola.
Adapun kerjasama yang dilakukan, BumDes Jagara tidak menggunakan fasilitas milik PT Jaswita atau pemerintah, melainkan investasi lewat penyertaan modal dari Pemerintah Desa Jagara.
"Jadi BumDes Jagara itu tidak diberi langsung, tapi diberi kesempatan untuk bermitra dalam pengelola Objek Wisata Waduk Darma. Bukan mengelola, yang mengelola tetap PT Jaswita," ucap Umar Hidayat di sela demo Desa Cikupa di area Waduk Darma, Rabu 18 Februari 2026.
BACA JUGA:Pemprov Jabar Sediakan 74 Bus Mudik Gratis, Ini Cara Daftarnya
Ditegaskan Umar, Desa Jagara lewat BumDes, bukan merupakan pengelola langsung Waduk Darma, melainkan hanya mitra bisnis di beberapa sektor yang ada di area objek wisata.
BumDes Jagara yang melakukan kerja sama dari awal hingga sekarang ini, bermitra dengan PT Jaswita untuk mengelola beberapa wahana.
Dijelaskan Umar, wahana yang dikelola oleh BumDes Jagara bukan merupakan aset PT Jaswita atau aset pemerintah pusat, melainkan bentuk investasi yang dilakukan.